Bukan Sekadar Pangkat, Ini Pesan Prabowo untuk 1.177 Perwira Baru TNI-Polri
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengingatkan 1.177 Perwira Remaja TNI dan Polri bahwa pelantikan yang mereka jalani bukan sekadar sere
NASIONAL
JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Mata uang Garuda ditutup melemah 127,5 poin atau 0,71 persen ke posisi Rp17.966 per dolar Amerika Serikat (AS), mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik yang masih membayangi pasar keuangan. Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang menekan pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Menurut Ibrahim, investor saat ini masih mencermati perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah setelah Israel melanjutkan operasi militernya di Lebanon Selatan. Di saat bersamaan, Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik ke wilayah Kuwait dan Bahrain.Baca Juga:
"Ketidakpastian geopolitik membuat pelaku pasar cenderung mencari aset aman dan meninggalkan mata uang negara berkembang," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Selain faktor geopolitik, lonjakan harga minyak dunia juga memicu kekhawatiran terhadap inflasi global. Kondisi tersebut meningkatkan spekulasi bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan pasar.
Data ekonomi AS yang menunjukkan peningkatan jumlah lowongan kerja pada April 2026 semakin memperkuat ekspektasi bahwa The Fed belum akan melonggarkan kebijakan moneternya dalam waktu dekat.
Dari dalam negeri, sentimen negatif turut datang dari kenaikan inflasi Mei 2026 yang tercatat sebesar 0,28 persen secara bulanan (month to month/mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi April yang berada di angka 0,13 persen.
Kenaikan inflasi tersebut dipicu oleh peningkatan harga pangan, energi, harga yang diatur pemerintah, serta tekanan dari pelemahan nilai tukar rupiah.
Meski demikian, Indonesia masih mencatat surplus neraca perdagangan pada April 2026 sebesar 89,1 juta dolar AS. Surplus tersebut menjadi yang ke-72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus perdagangan April terutama ditopang sektor nonmigas yang menyumbang surplus sebesar 3,53 miliar dolar AS.
Namun demikian, Ibrahim mengingatkan bahwa surplus perdagangan mulai menyempit tajam akibat terganggunya rantai pasok global dan ketidakpastian distribusi energi dunia.
"Secara statistik surplus perdagangan memang masih ada, tetapi trennya mulai menyempit. Ini menunjukkan adanya tekanan terhadap ketahanan eksternal Indonesia," katanya.
Untuk perdagangan Kamis (4/6/2026), rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kisaran Rp17.960 hingga Rp18.030 per dolar AS.*
(mt/dh)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengingatkan 1.177 Perwira Remaja TNI dan Polri bahwa pelantikan yang mereka jalani bukan sekadar sere
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 1.177 perwira TNI dan Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Dalam kesempa
NASIONAL
DELI SERDANG Polisi mengungkap penyebab pecahnya kaca rumah dinas Wakil Bupati Deli Serdang, Sumatera Utara, Lom Lom Suwondo, yang sebel
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kabupaten Batu Bara sukses memukau ribuan pengunjung pada Malam Pesona Seni dan Budaya di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Harga emas Antam yang dij
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (22/7/2026) dengan penguatan signifikan. Hingga pukul 09.26 WIB, i
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memperkenalkan lima pejabat tinggi baru untuk memperkuat struktur organisasi di tengah proses pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek Sudaryati Deyang, mengungkap alasan memilih menjalani pengobatan penyakit jantun
KESEHATAN
MEDAN Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara mengungkap dugaan sementara penyebab ledakan yang menghancurkan sebuah rum
PERISTIWA
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Rabu (22/7/2026). Pengunduran di
NASIONAL