BREAKING NEWS
Minggu, 07 Juni 2026

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun ke US$106,56 per Barel, Dipicu Meredanya Konflik Global

Dharma - Minggu, 07 Juni 2026 09:33 WIB
Harga Minyak Mentah Indonesia Turun ke US$106,56 per Barel, Dipicu Meredanya Konflik Global
Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price pada Mei 2026 tercatat mengalami penurunan signifikan. (Foto: Dok. esdm)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Mei 2026 tercatat mengalami penurunan signifikan. Pemerintah menetapkan ICP bulan Mei sebesar US$106,56 per barel atau turun US$10,75 per barel dibandingkan April 2026 yang mencapai US$117,31 per barel.

Penurunan harga minyak mentah Indonesia sejalan dengan tren pelemahan harga minyak dunia yang dipengaruhi membaiknya kondisi pasokan global dan meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan perkembangan positif tersebut turut dipengaruhi oleh menurunnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Baca Juga:

"Rata-rata ICP bulan Mei 2026 ditetapkan sebesar US$106,56 per barel. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya harga minyak mentah utama dunia yang dipengaruhi perbaikan pasokan global serta meredanya konflik geopolitik internasional," ujar Laode, dikutip Minggu (7/6/2026).

Menurutnya, sepanjang Mei 2026 pasar energi dunia merespons sejumlah sinyal deeskalasi konflik di Timur Tengah. Amerika Serikat disebut mulai membuka ruang negosiasi dengan Iran serta membatalkan sejumlah rencana operasi militer lanjutan yang sebelumnya sempat memicu kekhawatiran pasar.

Selain itu, kebijakan pengecualian sementara terhadap minyak Rusia yang telah berada di jalur distribusi juga memberikan sentimen positif terhadap stabilitas pasokan minyak global.

Tak hanya faktor geopolitik, penurunan harga minyak juga dipicu oleh melemahnya permintaan dunia. International Energy Agency (IEA) memperkirakan konsumsi minyak global turun sekitar 420 ribu barel per hari menjadi 104 juta barel per hari sepanjang 2026.

Permintaan terbesar yang mengalami penurunan terjadi pada kuartal kedua tahun ini dengan penurunan mencapai 2,45 juta barel per hari.

Di kawasan Asia, impor minyak mentah dari sejumlah negara ekonomi besar juga menunjukkan tren pelemahan. China, Jepang, Korea Selatan, dan India tercatat mengurangi impor minyak sepanjang Februari hingga April 2026.

Aktivitas pengolahan minyak mentah di China bahkan turun 5,8 persen secara tahunan menjadi 13,35 juta barel per hari, yang merupakan level terendah dalam hampir empat tahun terakhir.

Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar energi global guna mengantisipasi berbagai faktor yang dapat memengaruhi stabilitas harga dan pasokan energi nasional.

"Kami terus melakukan pemantauan secara berkelanjutan dan menyiapkan langkah antisipatif yang diperlukan untuk menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat," tegas Laode.

Penurunan ICP ini diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih baik bagi stabilitas sektor energi nasional, sekaligus membantu menjaga keseimbangan fiskal di tengah dinamika ekonomi global yang masih berfluktuasi.*

(d/dh)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Laga Hidup Mati Garuda Muda, Kemenangan atas Vietnam Jadi Kunci Semifinal AFF U-19 2026
Indonesia vs Vietnam U-19: Andi Atmoko Optimis Garuda Muda Menang 2-1 di Laga Penentuan
Bahlil Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
Prabowo Kenang Hari Lahir Bung Karno Lewat Unggahan Potret Sang Proklamator
Fernandez Didiskualifikasi, Veda Ega Tembus Tiga Besar Klasemen Moto3
Polda Aceh Ajak Warga Meriahkan Bhayangkara Run 2026, Hadiah Total Tembus Rp150 Juta
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru