Rocky Gerung: Kita Ingin Menjadi Ireng yang Tidak Menjadi Londo
MALANG DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar RedTalks 2026 bertajuk Suara Muda untuk Jatim Keren Indonesia Punya Kita, Nasionalisme
POLITIK
BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan penjelasan terkait program sayembara tangkap begal, maling, copet, jambret, hingga perampok yang sebelumnya menuai kritik dari berbagai kalangan.
Dedi menegaskan, kebijakan tersebut bukan untuk mendorong masyarakat melakukan aksi main hakim sendiri, melainkan sebagai upaya agar pelaku kejahatan dapat diamankan dan diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Penjelasan itu disampaikan Dedi melalui video yang diunggah di media sosial pada Sabtu, 25 Juli 2026, sebagai tanggapan atas kritik yang muncul terhadap program tersebut.Baca Juga:
"Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan otokritik terhadap sayembara tangkap begal, tangkap maling, tangkap copet, tangkap jambret, tangkap rampok," ujar Dedi.
Dedi mengakui ada kekhawatiran bahwa pemberian hadiah kepada warga yang membantu menangkap pelaku kejahatan dapat memicu aksi main hakim sendiri atau bahkan membuka peluang rekayasa tindak kriminal.
Namun, ia menilai anggapan tersebut tidak tepat. Menurutnya, justru selama ini banyak pelaku pencurian yang menjadi korban amuk massa hingga meninggal dunia sebelum diproses secara hukum.
"Sayembara ini justru untuk mencegah terjadinya upaya main hakim sendiri atau main hakim ramai-ramai yang berujung pada kematian," kata Dedi.
Ia menjelaskan, adanya hadiah diharapkan mengubah cara masyarakat merespons tindak kejahatan.
Warga, menurutnya, akan lebih memilih menyerahkan pelaku kepada aparat dibanding melampiaskan emosi dengan kekerasan.
"Ketika ditangkap maling, begal, dan sejenisnya, orang cenderung tidak akan menghabisi sampai meninggal karena dia merasa akan mendapat imbalan atau hadiah dari apa yang dia lakukan," tutur Dedi.
Selain itu, hadiah yang diberikan juga diharapkan dapat membantu mengganti sebagian kerugian yang dialami korban kejahatan.
Dedi juga menjawab kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya orang yang sengaja berpura-pura menjadi begal atau maling demi memperoleh hadiah sayembara.
MALANG DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar RedTalks 2026 bertajuk Suara Muda untuk Jatim Keren Indonesia Punya Kita, Nasionalisme
POLITIK
JAKARTA Rumah mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, tampak dijaga ketat setelah dirinya resmi mengundurkan diri dari
NASIONAL
TANJUNGBALAI Polres Tanjungbalai menetapkan D alias A, suami seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Tanj
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Perkeretaapian di Sumatera Utara genap berusia 140 tahun pada 25 Juli 2026. Momen ini menjadi penanda perjalanan panjang sejak jal
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan revitalisasi 71.744 sekolah di seluruh
PENDIDIKAN
BANDUNG Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan penjelasan terkait program sayembara tangkap begal, maling, copet, jambret, hingga p
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga ponsel dari tiga merek di bawah naungan Transsion Holdings, yakni Tecno, Infinix, dan Itel, terpantau masih stabil hingga
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, menjelaskan alasan di balik keputusannya menjadi kuasa hu
HUKUM DAN KRIMINAL
SURABAYA PSMS Medan akan mengawali perjuangannya di Piala Presiden 2026 dengan menghadapi juara bertahan asal Thailand, Port FC. Laga pe
OLAHRAGA
SERDANG BEDAGAI Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution atas
PEMERINTAHAN