Ingin Tambah Modal Nikah, Pemuda di Percut Sei Tuan Nekat Jual Sabu dan Ekstasi
MEDAN Seorang pemuda berinisial MF, 24 tahun, warga Dusun III, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sum
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA — Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar terdakwa kasus suap importasi barang pada Direktorat Bea Cukai, Orlando Hamonangan, mengenai dugaan kebocoran informasi operasi tangkap tangan (OTT).
Dugaan tersebut muncul setelah jaksa menemukan percakapan WhatsApp yang berisi pesan peringatan agar berhati-hati karena disebut sedang dipantau.
Pesan itu diduga berkaitan dengan aktivitas KPK di lingkungan Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai.Baca Juga:
Orlando dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Rizal, selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, serta Sisprian Subiaksono, selaku Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai.
Persidangan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin, 14 September 2026.
"Nah ini kami fokus kepada info. Izin, Majelis, kalau dugaan kami ini OTT-nya mau bocor, ya. Ini saksi bisa dapat info oleh Pak Sisprian, 'Hati-hati, Coy, kita lagi dipantau'. Ini kok bisa? Kami aja tahunya kasus ini setelah muncul di media. Siapa nih yang spill-spill ke Pak Sis sama Pak Rizal OTT KPK kok dugaannya bocor? Gimana, Saksi? Ini kan nanti kami tampilkan chat WA-nya. Ada kejadian sebelumnya?" tanya jaksa KPK M Takdir Suhan.
Orlando mengatakan dirinya hanya menerima informasi mengenai adanya pemantauan.
Namun, ia mengaku tidak mengetahui pihak yang melakukan pemantauan tersebut.
"Saya cuma diinformasikan aja Pak. 'Hati-hati kita lagi dipantau'. Tapi saya nggak jelas dipantau yang mana, Pak. KPK atau instansi unit lain, gitu, Pak," jawab Orlando alias Ocoy.
Jaksa kemudian mencecar Orlando mengenai kemungkinan adanya pemeriksaan atau pemantauan KPK sebelumnya di Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai.
Orlando membenarkan pernah ada pemantauan, tetapi saat kejadian tersebut dirinya belum bertugas di direktorat tersebut.
"Karena setahu saksi ke instansi yang lain kan komunikasinya baik nih. Nah itu dia, siapa, KPK. Apakah sebelumnya memang sudah ada pengalaman KPK pernah mantau, pernah obok-obok di P2 seingat saksi?" tanya jaksa.
MEDAN Seorang pemuda berinisial MF, 24 tahun, warga Dusun III, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sum
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Kota Binjai kembali berduka.Seorang pedagang UMKM di kawasan Tanah Lapang Merdeka Binjai meninggal dunia setelah menjadi korban a
PERISTIWA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanj
PEMERINTAHAN
SIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun bersama Pengadilan Agama Simalungun Kelas IB resmi menjalin kerja sama untuk meningk
PEMERINTAHAN
JAKARTA Dunia seni tari Indonesia akan kembali diwarnai pertunjukan tari kontemporer bertajuk Calon Arang Menggugat. Karya ini mentran
NASIONAL
BANDA ACEH Pendidikan Aceh dinilai tidak sedang menghadapi persoalan kekurangan sekolah. Tantangan yang lebih besar saat ini adalah meni
PENDIDIKAN
LANGKAT Keluarga besar Partai Hanura DPC Kabupaten Langkat menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tenggelamnya Kapal Roro di perai
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkap arahan khusus Presiden Prabowo Subianto setelah dirinya dilantik sebagai Menteri Keu
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan atau reshuffle kabinet pada Senin, 14 September 2026. Reshuffle kali ini
PEMERINTAHAN
JAKARTA Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar terdakwa kasus suap importasi barang pada Direktorat Bea Cukai, Orlando Hamona
HUKUM DAN KRIMINAL