Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Menurutnya, hadiah tidak diberikan secara otomatis, melainkan hanya jika pelaku benar-benar terbukti melakukan tindak pidana, telah ditetapkan sebagai tersangka, dan menjalani penahanan sesuai proses hukum.
"Uang diberikan setelah pelaku pembegalan atau pelaku maling yang ditangkap memang betul maling, kemudian menjadi tersangka dan ditahan. Mana mungkin ada orang pura-pura ingin ditahan hanya untuk mendapatkan imbalan," katanya.
Menanggapi kritik yang menyebut pemerintah seharusnya lebih fokus mengatasi pengangguran, Dedi mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap berupaya menciptakan lapangan kerja dan menarik investasi.
Meski demikian, ia menilai penyebab tindak kriminal tidak semata-mata dipicu oleh faktor ekonomi.
"Kita setiap hari berusaha menyelesaikan pengangguran dan membangun investasi. Tetapi pencurian, kejahatan, maling, dan sejenisnya tidak melulu karena menganggur," ujarnya.
Menurut Dedi, terdapat berbagai faktor lain yang memengaruhi munculnya tindak kriminal, termasuk faktor lingkungan serta keberadaan kelompok kejahatan yang sudah terorganisasi.
Ia juga menyebut tidak semua pelaku kejahatan yang beraksi di Jawa Barat berasal dari wilayah tersebut.
"Pelaku kejahatan ini tidak semuanya orang Jawa Barat. Banyak yang bukan warga Jawa Barat," katanya.
Dalam kesempatan itu, Dedi mengajak masyarakat untuk tidak takut menghadapi aksi kriminalitas.
Ia memastikan aparat keamanan terus meningkatkan patroli di berbagai wilayah.
Menurutnya, masyarakat perlu berani melawan kejahatan dengan tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.
"Jangan begal yang menjadi berkuasa dan membuat rasa takut dalam pikiran kita. Justru kita harus membuat begal takut kepada kita," ucap Dedi.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.