BREAKING NEWS
Senin, 22 Juni 2026

Bank Dunia: Kelas Menengah Indonesia Menyusut Drastis Sejak 2018

Dharma - Sabtu, 13 Juni 2026 18:20 WIB
Bank Dunia: Kelas Menengah Indonesia Menyusut Drastis Sejak 2018
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan yang cukup kuat pada awal 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produk domestik bruto (PDB) tumbuh 5,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I-2026, menjadi capaian tertinggi sejak kuartal II-2021.

Pertumbuhan ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap solid, peningkatan belanja pemerintah, serta kenaikan investasi di berbagai sektor.

Baca Juga:

Konsumsi rumah tangga, yang menyumbang lebih dari separuh PDB, masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, belanja pemerintah turut meningkat seiring percepatan penyaluran program prioritas, sementara investasi tumbuh sekitar 6 persen didorong proyek hilirisasi dan pelonggaran kebijakan moneter.

Namun, di balik capaian tersebut, Bank Dunia mengingatkan adanya persoalan struktural yang belum terselesaikan, terutama terkait kualitas lapangan kerja dan menyusutnya kelompok kelas menengah di Indonesia.

Dalam laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Juni 2026, Bank Dunia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia belum sepenuhnya menghasilkan pekerjaan yang produktif dan berupah layak.

"Ekonomi menciptakan lapangan kerja, tetapi tidak cukup pekerjaan produktif dan bergaji tinggi yang dibutuhkan untuk mempertahankan mobilitas sosial ke atas dan memperluas kelas menengah," tulis Bank Dunia dalam laporannya.

Bank Dunia mencatat konsumsi pemerintah meningkat signifikan pada awal 2026, antara lain dipicu percepatan penyaluran tunjangan hari raya aparatur sipil negara serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kontribusi konsumsi pemerintah terhadap pertumbuhan bahkan melonjak tajam dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, momentum Ramadan dan Idul Fitri juga ikut mendorong konsumsi rumah tangga.

Di sisi lain, sektor jasa seperti perdagangan, transportasi, perhotelan, hingga teknologi informasi menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polda Sumut Limpahkan Dua Tersangka Suap Proyek Internet Diskominfo Tebingtinggi ke Kejaksaan
Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Tumbuh, Tapi Ruang Fiskal Makin Menyempit
Viral Isu Pembagian Dana MBG ke Presiden, Kepala BGN Buka Suara
Medan Siap Gelar Rakernas APEKSI dan HUT ke-436, Pemko Ajak Pelaku Usaha dan Warga Bersinergi
ILO Tetapkan Standar Baru Pekerja Platform Digital, Indonesia Dukung Perlindungan Ojol dan Kurir Online
Ketua LBH GEKIRA: Prabowo Jalankan Kepemimpinan sebagai Amanah untuk Kesejahteraan Rakyat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru