BREAKING NEWS
Jumat, 07 Agustus 2026

Kabar Baik Energi Nasional, PHKT Tambah Produksi Minyak Hampir 1.900 BOPD dari Dua Sumur Baru di Lapangan Sejadi Kaltim

gusWedha - Rabu, 17 Juni 2026 11:24 WIB
Kabar Baik Energi Nasional, PHKT Tambah Produksi Minyak Hampir 1.900 BOPD dari Dua Sumur Baru di Lapangan Sejadi Kaltim
Lapangan Sejadi di perairan Kalimantan Timur. (foto: Dok. Pertamina)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BALIKPAPAN – Upaya meningkatkan produksi minyak nasional kembali menunjukkan hasil positif.

PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) berhasil menambah produksi minyak hampir 1.900 barel per hari (BOPD) dari pengembangan Lapangan Sejadi di perairan Kalimantan Timur.

Tambahan produksi tersebut berasal dari dua sumur pengembangan baru, yakni Sumur Sejadi SJ-6 dan Sumur Sejadi SJ-4RD1 yang mulai berproduksi pada 12 Juni 2026.

Baca Juga:

Berdasarkan hasil uji produksi, kedua sumur tersebut menghasilkan tambahan minyak sebesar 1.865 barel per hari.

Sumur SJ-6 memberikan kontribusi produksi sebesar 942 BOPD, sedangkan Sumur SJ-4RD1 menghasilkan 923 BOPD serta tambahan produksi gas sebesar 0,853 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Pencapaian ini menjadi kabar positif bagi sektor energi nasional di tengah tantangan penurunan produksi dari sejumlah lapangan migas yang telah lama beroperasi.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa lapangan migas eksisting masih memiliki potensi yang dapat dioptimalkan melalui pengembangan yang tepat.

Selain berhasil meningkatkan produksi, PHKT juga menyelesaikan pengeboran kedua sumur lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.

Proyek tersebut bahkan dapat dijalankan dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan anggaran awal.

Pengembangan Lapangan Sejadi dilakukan melalui strategi infill drilling dan step-out development yang didukung kajian bawah permukaan (subsurface) secara menyeluruh.

Untuk menunjang pengembangan lebih lanjut, PHKT juga melakukan perluasan fasilitas produksi melalui program deck extension pada platform Sejadi.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas fasilitas sekaligus membuka peluang pengeboran sumur baru pada masa mendatang.

General Manager Zona 10 PHKT, Darmapala, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai tim yang terlibat dalam pengembangan lapangan.

"Keberhasilan di Sejadi menjadi hasil nyata dari kolaborasi, inovasi, dan operational excellence yang terus kami bangun untuk menghadirkan kinerja terbaik bagi bangsa dan negara," kata Darmapala.

Menurut dia, lapangan migas yang telah lama berproduksi masih dapat memberikan kontribusi signifikan apabila dikembangkan dengan pendekatan yang tepat dan berbasis data.

Keberhasilan tersebut juga mendapat apresiasi dari SKK Migas. Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Hariyanto Syafrie, menilai tambahan produksi dari Lapangan Sejadi memberikan kontribusi positif terhadap target produksi minyak nasional.

"Tambahan produksi ini memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian target produksi minyak nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia," ujar Hariyanto.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut lahir dari kombinasi penerapan teknologi, pemahaman geologi dan reservoir yang komprehensif, serta pelaksanaan operasi yang efektif dan efisien.

Ke depan, SKK Migas akan terus mendorong percepatan pengembangan lapangan migas melalui sinergi antara pemerintah, pemerintah daerah, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), dan para pemangku kepentingan lainnya.

Keberhasilan Lapangan Sejadi diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengembangan lapangan migas eksisting lainnya di Indonesia dalam upaya meningkatkan produksi nasional sekaligus mendukung ketahanan energi jangka panjang.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketika Nama Kucing Mengalahkan Korupsi
Kepala Bakom: Salah Besar Menuntut Prabowo Menghentikan MBG, Itu Janji Kampanyenya
SPCP IPDN 2026 Segera Dibuka! Ini Syarat, Cara Daftar, dan Tahapan Seleksi Calon Praja
MBG Berubah Total, Ini 8 Evaluasi Besar BGN yang Perlu Diketahui!
Raja Inal Siregar: Gubernur Sumut yang Tutup Usia dalam Tragedi Pesawat Mandala, Tinggalkan Warisan “Marsipature Hutana Be”
Istana Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Kepercayaan Publik di Tengah Aksi Demonstrasi Mahasiswa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru