BREAKING NEWS
Kamis, 24 September 2026

IHSG Dibuka Melemah 1 Persen ke Level 6.157

Johan - Kamis, 18 Juni 2026 10:03 WIB
IHSG Dibuka Melemah 1 Persen ke Level 6.157
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026.

Pada awal sesi, IHSG tercatat turun 1,01 persen atau 62,99 poin ke level 6.157,74 pada pukul 09.22 WIB.

Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG sempat bergerak di kisaran 6.120,39 hingga 6.197,17.

Baca Juga:

Pada perdagangan pagi itu, sebanyak 210 saham menguat, 335 saham melemah, dan 164 saham stagnan.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat mencapai Rp10.743,85 triliun.

Meski dibuka di zona merah, pergerakan IHSG pada hari ini diperkirakan masih berpotensi menguat terbatas.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, memproyeksikan IHSG bergerak dengan level support di 6.178 dan 6.058, sementara resistance berada di 6.287 dan 6.516.


Dari sisi global, pasar masih dipengaruhi arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Fokus investor tertuju pada hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang mempertahankan Fed Funds Rate di level 3,75 persen.

Meski suku bunga tidak berubah, proyeksi terbaru The Federal Reserve di bawah kepemimpinan Ketua Kevin Warsh menunjukkan median Fed Funds Rate 2026 naik menjadi 3,8 persen dari sebelumnya 3,4 persen.

Kondisi ini memunculkan ekspektasi kebijakan yang masih cenderung hawkish hingga akhir tahun.

Di sisi geopolitik, sentimen pasar juga dipengaruhi ketegangan di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut memperingatkan kemungkinan lanjutan aksi militer terhadap Iran jika kesepakatan yang sedang disusun tidak dipatuhi.

Namun, kedua negara dijadwalkan melanjutkan pembahasan dalam jalur diplomasi baru di Swiss pada 19 Juni 2026.

Selain itu, investor juga menanti pengumuman MSCI terkait status pasar modal Indonesia.

Potensi penurunan status dari emerging market menjadi frontier market dinilai masih kecil, namun tetap menjadi perhatian pelaku pasar.

Jika pembatasan terhadap sejumlah saham dicabut, aliran dana asing diperkirakan dapat kembali masuk ke pasar domestik.

Dari dalam negeri, pasar menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.

Konsensus pasar memperkirakan BI akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global.

Sementara itu, rupiah tercatat melemah sekitar 0,21 persen ke level Rp17.762 per dolar AS, seiring kuatnya dolar di pasar global.*


(bi/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30 Ribu per Gram, Apakah Saat yang Tepat untuk Beli?
IHSG Ditutup Turun ke Level 6.220, Mayoritas Sektor Saham Berada di Zona Merah
Semen Hilang dari Pasaran, Harga Meroket! Warga Sumut Curiga Ada Permainan
Rupiah Melemah Setelah 5 Hari Menguat, Terkoreksi ke Rp17.747 per Dolar AS
Jadi Bursa Terkuat di Asia Pagi Ini, IHSG Menguat 1,41 Persen!
Emas Antam Hari Ini Naik Lagi, Harga 1 Gram Kini Rp2,73 Juta
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru