BREAKING NEWS
Minggu, 21 Juni 2026

Rupiah Kembali Terpuruk, Tembus Rp17.860 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global

Johan - Kamis, 18 Juni 2026 10:07 WIB
Rupiah Kembali Terpuruk, Tembus Rp17.860 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026.

Rupiah tercatat berada di level Rp17.860 per dolar AS, seiring penguatan mata uang dolar di pasar global.

Berdasarkan data TradingView, rupiah melemah 98 poin atau sekitar 0,55 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Baca Juga:

Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) tercatat menguat 0,17 persen ke level 100,26.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi.

Yen Jepang dan rupee India masing-masing mencatat penguatan tipis, sementara sejumlah mata uang lain justru melemah terhadap dolar AS, termasuk ringgit Malaysia dan won Korea.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada kisaran Rp17.760 hingga Rp17.800 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Dari sisi domestik, pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026.

Keputusan suku bunga dan arah kebijakan moneter BI menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar.

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap ketahanan energi nasional disebut mulai mereda setelah Indonesia dilaporkan tidak lagi bergantung pada impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz.

Sementara itu, dari faktor eksternal, penguatan dolar AS turut ditopang oleh perkembangan kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran.

Kesepakatan tersebut mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari serta pelonggaran blokade pelabuhan yang memungkinkan ekspor minyak Iran kembali berjalan.

Fokus investor global juga tertuju pada kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed), yang dipimpin Ketua Kevin Warsh.

Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan, namun pasar menunggu sinyal arah kebijakan melalui proyeksi ekonomi terbaru dan dot plot.*


(bi/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka Melemah 1 Persen ke Level 6.157
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30 Ribu per Gram, Apakah Saat yang Tepat untuk Beli?
Medan Jadi Tuan Rumah IMT-GT ke-32, Sumut Usulkan Ekonomi Halal Masuk Blueprint Kawasan
Wali Kota Medan Rico Waas Ikuti Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Berikan Data Jujur
Bupati Asahan Kumpulkan Perusahaan HGU, Tegaskan Kepatuhan dan Keadilan Agraria
Tanjab Timur Dorong ASN Lebih Dekat dengan Warga, Ekonomi Lokal Jadi Sorotan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru