Jelang HUT ke-81 RI, Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras Premium ke Malaysia
JAKARTA Indonesia kembali membuka keran ekspor beras setelah pemerintah menyatakan produksi dan stok pangan nasional berada dalam kondis
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA – Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026.
Selain BI Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.Baca Juga:
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan keputusan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen," kata Perry dalam konferensi pers, Kamis (18/6/2026).
Menurut Perry, langkah tersebut juga merupakan upaya antisipatif untuk menjaga inflasi tahun 2026 hingga 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah, yakni sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.
Bank sentral menilai tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih cukup tinggi akibat berbagai dinamika global.
Karena itu, kenaikan suku bunga dinilai diperlukan untuk menjaga daya tarik investasi di Indonesia sekaligus memperkuat stabilitas pasar keuangan domestik.
Meski menaikkan suku bunga acuan, Bank Indonesia memastikan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
"Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Perry.
Kenaikan BI Rate kali ini menjadi yang ketiga dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.
Sebelumnya, Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen dalam RDG pada 19-20 Mei 2026.
Selanjutnya, BI kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen pada 9 Juni 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah nilai tukar rupiah mengalami tekanan dan sempat melewati level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.
Saat itu, Bank Indonesia menyatakan langkah kenaikan suku bunga diperlukan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik bagi investor global.
Bank Indonesia berharap kebijakan tersebut dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung, sekaligus mengendalikan inflasi dan mendukung kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.*
(cn/ad)
JAKARTA Indonesia kembali membuka keran ekspor beras setelah pemerintah menyatakan produksi dan stok pangan nasional berada dalam kondis
PERTANIAN AGRIBISNIS
KARO Bupati Karo Antonius Ginting menjadi sorotan setelah pernyataannya mengenai kondisi pelajar yang mengalami gejala keracunan usai me
SOSOK
SOLO Pelapor dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pemasangan baliho ucapan selamat ulang tahun ke65 Presiden ke7 RI Joko Widodo atau J
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan permintaan maaf kepada para pelajar yang menjadi korban dugaan keracunan setel
PERISTIWA
OlehEben E. SiadariPRABOWO pernah berkata, ia tidak suka membaca pidato resmi. Ia bahkan pernah berkelakar, bukan hanya hadirin yang bosan
OPINI
JAKARTA Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7 mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus
PERISTIWA
JAKARTA Harga sejumlah bahan pangan pada akhir pekan ini, Sabtu, 15 Agustus 2026, bergerak fluktuatif. Berdasarkan data Pusat Informasi
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali mengalami kenaikan pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Berdasarkan pemantau
EKONOMI
JAKARTA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi dua orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7
PERISTIWA
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah tipis sepanjang perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan 1014 Agustus 20
EKONOMI