Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ia memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Dari dalam negeri, perhatian investor akan tertuju pada rilis sejumlah indikator ekonomi yang dijadwalkan terbit pada Rabu (1/7/2026), yakni data aktivitas manufaktur, inflasi, dan neraca perdagangan Indonesia.
Ketiga data tersebut akan menjadi gambaran kondisi ekonomi nasional sekaligus menjadi acuan pasar dalam membaca arah kebijakan moneter ke depan.
Sementara itu, dari Amerika Serikat, pasar juga menantikan data aktivitas manufaktur yang dirilis pada hari yang sama.
Setelah itu, fokus investor akan beralih ke laporan ketenagakerjaan Non-Farm Payrolls (NFP) yang dijadwalkan terbit pada Kamis (2/7/2026).
Data NFP menjadi salah satu indikator ekonomi yang paling diperhatikan pasar global karena dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.
Jika hasilnya lebih kuat dari perkiraan, dolar AS berpotensi semakin menguat dan memberi tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Meski demikian, pelaku pasar masih menunggu kepastian dari berbagai data tersebut sebelum mengambil langkah investasi berikutnya.* (bi/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.