BREAKING NEWS
Jumat, 03 Juli 2026

Harga Emas Antam Naik Rp11.000 Hari Ini, Tembus Rp2,651 Juta per Gram!

Dharma - Jumat, 03 Juli 2026 09:23 WIB
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 Hari Ini, Tembus Rp2,651 Juta per Gram!
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam kembali menguat pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026.

Kenaikan ini mengikuti lonjakan harga emas dunia yang terdorong oleh melemahnya data ketenagakerjaan Amerika Serikat.

Berdasarkan daftar harga resmi Logam Mulia Antam, harga emas ukuran 1 gram naik Rp11.000 menjadi Rp2.651.000 per gram, dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.

Baca Juga:

Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) juga mengalami kenaikan yang lebih tinggi.

Antam menetapkan harga buyback sebesar Rp2.400.000 per gram, atau naik Rp55.000 dibandingkan hari sebelumnya.

Daftar Harga Emas Antam 3 Juli 2026

Berikut daftar harga emas batangan Logam Mulia Antam pada Jumat (3/7/2026):

0,5 gram: Rp1.375.500
1 gram: Rp2.651.000
2 gram: Rp5.242.000
3 gram: Rp7.838.000
5 gram: Rp13.030.000
10 gram: Rp26.005.000
25 gram: Rp64.887.000
50 gram: Rp129.695.000
100 gram: Rp259.312.000
250 gram: Rp648.015.000
500 gram: Rp1.295.820.000
1.000 gram: Rp2.591.600.000

Penguatan harga emas Antam sejalan dengan kenaikan harga emas dunia di pasar spot.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas dunia ditutup di level US$4.126,6 per troy ons, naik 2,36 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Posisi tersebut menjadi yang tertinggi sejak 22 Juni 2026.

Selama dua hari terakhir, harga emas global telah menguat lebih dari 3 persen.

Kenaikan tersebut dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan penciptaan lapangan kerja.

Data dari US Bureau of Labor Statistics mencatat hanya 57.000 lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) yang tercipta sepanjang Juni 2026. A

ngka itu jauh lebih rendah dibandingkan Mei yang mencapai 110.000 pekerjaan dan menjadi yang terendah dalam empat bulan terakhir.

Perlambatan pasar tenaga kerja dinilai mengurangi peluang bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Berdasarkan data CME FedWatch, peluang suku bunga acuan tetap berada di kisaran 3,5–3,75 persen pada rapat Federal Reserve tanggal 29 Juli mencapai 82,4 persen, meningkat dibandingkan pekan lalu yang sebesar 67,9 persen.

Emas dikenal sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset.

Karena itu, ketika suku bunga tinggi, daya tarik investasi emas biasanya menurun.

Sebaliknya, peluang penurunan atau tertahannya suku bunga cenderung menjadi sentimen positif bagi harga logam mulia.

"Data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan membuat isu penurunan suku bunga oleh The Fed kembali mengemuka, yang kemudian membuat harga emas naik. Ke depan, arah harga emas akan tergantung oleh data yang sedianya mendukung penurunan suku bunga," tutur Ewa Manthey, Commodities Strategist di ING Bank NV.

Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi Amerika Serikat berikutnya yang diperkirakan akan menjadi penentu arah kebijakan moneter The Fed sekaligus memengaruhi pergerakan harga emas dunia dalam beberapa waktu ke depan.* (bi/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Butuh Modal Usaha? KUR BNI 2026 Resmi Dibuka, Pinjam Rp50 Juta Cicilan Mulai Rp966 Ribu
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Aceh Apresiasi Personel Berprestasi dan Perkuat Komitmen Pelayanan Publik
Hampir Dua Bulan Semen Langka dan Harga Menggila di Sumatera Utara, Ada Apa? Masyarakat Minta Pemerintah dan APH Bongkar Penyebabnya
Prabowo dan Presiden Belarus Luncurkan Road Map Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030, Begini Isinya
Rico Waas Sambut Indonesia City Expo 2026, Dorong Kolaborasi Antarkota Perkuat UMKM dan Investasi
28 Personel Polres Tanjung Jabung Timur Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Kinerja dan Profesionalisme
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Kapolri: Reformasi Polri Bukan Beban

Kapolri: Reformasi Polri Bukan Beban

JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa reformasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia bukanlah sebuah beb

HUKUM DAN KRIMINAL