Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Ketersediaan beras premium di sejumlah retail modern di Kota Medan mengalami kelangkaan dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut membuat masyarakat mulai kesulitan mendapatkan beras premium untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga:
Pantauan di sejumlah retail modern pada Kamis (9/7/2026), stok beras premium terlihat kosong.
Salah satunya terjadi di retail yang berada di kawasan Jalan Simalingkar, Kecamatan Medan Tuntungan.
Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah retail kawasan Medan Baru.
Seorang karyawan retail di Jalan Simalingkar, Anggi Siregar, mengatakan stok beras premium sudah tidak tersedia sejak beberapa hari terakhir.
Namun, pihaknya belum mendapatkan informasi pasti kapan pasokan kembali tersedia.
"Kosong, sudah beberapa hari ini beras premium stoknya kosong. Enggak tahu pasti, kapan barang (beras premium) ada lagi," ucap Anggi, Kamis (9/7/2026).
Kelangkaan beras premium tidak hanya terjadi di retail modern.
Penelusuran juga dilakukan ke sejumlah pasar tradisional, salah satunya Pasar Simalingkar.
Di pasar tersebut, stok beras non premium masih tersedia dalam jumlah cukup banyak.
Namun, masyarakat harus menghadapi kenaikan harga yang cukup terasa dibandingkan sebelumnya.
Salah seorang pedagang mengatakan sejumlah merek
beras mengalami kenaikan harga akibat kondisi pasokan yang disebut mulai terbatas.
"Beras merek Rose harganya naik, dari Rp75 ribu jadi Rp85 ribu. Beras merek AA kosong ya. Sekarang harga beras naik, lagi sulit pemasokan beras beberapa waktu belakangan," tuturnya.
Kondisi ini membuat sebagian masyarakat mulai mempertanyakan penyebab berkurangnya pasokan beras premium di pasaran.
Baca Juga:
Mereka berharap pemerintah segera melakukan pengecekan agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.
Menanggapi kelangkaan tersebut, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Perum Bulog untuk memastikan kondisi pasokan beras di daerah.
"Nanti kita koordinasi dengan Bulog karena memang semua beras dari sana. Nanti kita koordinasi dengan Bulog terlebih dahulu," jelas Bobby.
Pemerintah daerah berharap koordinasi dengan Bulog dapat menemukan solusi terkait distribusi dan ketersediaan beras premium, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan pangan utama tersebut.* (tm/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.