Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Dua jam lebih sudah kami di sini, Bang," ucap Aditya sambil menunjuk rekannya yang masih berada di dalam antrean.
Hingga pukul 10.45 WIB, mereka belum juga memperoleh giliran mengisi BBM.
Menurut Aditya, keterlambatan itu membuat jadwal pekerjaan mereka ikut terganggu.
"Jam segitu waktu makan siang, terpaksa jam 1 atau jam 2 mulai kerja."
Warga Tembung, Kabupaten Deli Serdang, itu mengaku telah menghubungi pemilik rumah yang menjadi lokasi pekerjaan mereka agar memahami keterlambatan tersebut.
"Ini barusan menelepon yang punya rumah, sudah tahu dia kami isi minyak. Kami menunggu lama, mau lanjut enggak bisa, pulang lagi minyak sudah tidak ada. Dua titik lagi tadi. Bensin eceran pun tak ada."
Ia menilai kondisi tersebut membuat pendapatan hariannya ikut berkurang karena waktu kerja menjadi lebih singkat.
"Kesal-lah kayak gini, jadi dihitung setengah harilah kami ini, enggak mungkin dihitung satu harian. Gaji kami pun jadi setengah harilah."
Meski demikian, Aditya mengatakan dirinya tetap harus bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga.
"Namanya pemborong mana mau rugi dia, Bang. Tapi, daripada enggak ada sama sekali, gimana pun dikerjakanlah, daripada enggak makan."
Keluhan serupa disampaikan Hendra (43), teknisi pendingin ruangan (AC) yang juga ikut mengantre di SPBU yang sama.
Menurut Hendra, seharusnya ia sudah tiba di rumah pelanggan sejak pukul 09.00 WIB. Namun panjangnya antrean membuat pekerjaannya tertunda.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.