BREAKING NEWS
Jumat, 17 Juli 2026

Emas Dunia Menguat, Harga Antam Justru Turun Rp2.000 per Gram

Dharma - Kamis, 16 Juli 2026 10:23 WIB
Emas Dunia Menguat, Harga Antam Justru Turun Rp2.000 per Gram
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan tipis pada perdagangan Kamis, 16 Juli 2026.

Harga emas Logam Mulia Antam tercatat berada di level Rp2.633.000 per gram, turun sebesar Rp2.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga ikut terkoreksi.

Baca Juga:

Harga buyback hari ini berada di angka Rp2.380.000 per gram, turun Rp2.000 dibandingkan hari sebelumnya.

Penurunan harga emas Antam terjadi ketika harga emas dunia justru bergerak menguat meski terbatas.

Perbedaan arah pergerakan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal, seperti penyesuaian harga harian maupun strategi perdagangan perusahaan.

Berikut daftar harga emas batangan Logam Mulia Antam pada Kamis, 16 Juli 2026:

0,5 gram: Rp1.366.500
1 gram: Rp2.633.000
2 gram: Rp5.206.000
3 gram: Rp7.784.000
5 gram: Rp12.940.000
10 gram: Rp25.825.000
25 gram: Rp64.437.000
50 gram: Rp128.795.000
100 gram: Rp257.512.000
250 gram: Rp643.515.000
500 gram: Rp1.286.820.000
1.000 gram: Rp2.573.600.000

Di pasar global, harga emas spot ditutup pada level US$4.060,3 per troy ons, naik tipis sekitar 0,15 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan harga emas dunia masih dipengaruhi oleh tarik-menarik sentimen ekonomi global, khususnya dari Amerika Serikat.

Pelaku pasar mendapat angin segar setelah data inflasi AS menunjukkan perlambatan, namun masih berhati-hati karena risiko ekonomi belum sepenuhnya mereda.

Berdasarkan data US Bureau of Labor Statistics, inflasi Amerika Serikat pada Juni tercatat sebesar 3,5 persen secara tahunan, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 4,2 persen.

Angka tersebut juga berada di bawah perkiraan pasar sebesar 3,8 persen.

Sementara inflasi inti tahunan AS berada di level 2,6 persen, lebih rendah dibandingkan Mei yang mencapai 2,9 persen.

Secara bulanan, AS bahkan mengalami deflasi sebesar 0,4 persen pada Juni, menjadi angka terendah sejak April 2020.

Meski demikian, pasar masih melihat adanya risiko inflasi kembali meningkat akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Konflik yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Iran ikut mendorong kenaikan harga energi global.

Harga minyak Brent dalam sebulan terakhir tercatat meningkat lebih dari 8 persen.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap potensi kenaikan inflasi dunia.

Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) juga menjadi perhatian pelaku pasar.

Perbedaan pandangan sejumlah pejabat The Fed membuat investor masih menunggu langkah berikutnya terkait kebijakan moneter.

"Data inflasi Juni mungkin menjadi kabar baik bagi The Fed, meski bukan berarti misi selesai," kata Presiden Inflation Insight LLC, Omair Sharif, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Sementara itu, Gubernur The Fed Kevin Warsh menegaskan komitmen bank sentral AS untuk membawa inflasi kembali menuju target 2 persen.

"Kami memiliki berbagai perangkat untuk melakukannya. Ke depan, saya akan meminta para kolega saya untuk 'bertarung' mengenai dosis dan kapan waktu yang tepat untuk menerapkannya," ujar Warsh.

Bagi investor, arah suku bunga menjadi faktor penting dalam menentukan pergerakan emas.

Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset, emas biasanya kurang diminati ketika suku bunga tinggi karena investor cenderung memilih instrumen yang memberikan keuntungan bunga.

Sebaliknya, ketika suku bunga turun atau ketidakpastian ekonomi meningkat, emas sering menjadi pilihan investasi karena dianggap sebagai aset lindung nilai.* (bb/ad)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka Menguat ke 6.058, Saham Big Caps Kompak Naik
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.071 per Dolar AS, Ini Faktor yang Mempengaruhi
Bansos Bakal Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih, Pemerintah Siapkan Skema Baru
Pelaku UMKM Wajib Tahu! KUR Mandiri 2026 Beri Pinjaman Rp100 Juta dengan Cicilan Ringan
APINDO Sebut ION Bisa Jadi Penggerak Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Digital Indonesia
Hadiri Munaslub APPSI 2026, Gubernur Aceh Mualem Kawal Sinkronisasi Kebijakan Strategis Nasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru