BREAKING NEWS
Jumat, 23 Oktober 2026

Horeka dan UMKM Panen Rezeki, Kadin Ungkap Piala Dunia 2026 Dongkrak Perputaran Ekonomi Indonesia hingga Rp5,03 Triliun

Dodi Kurniawan - Kamis, 16 Juli 2026 14:47 WIB
Horeka dan UMKM Panen Rezeki, Kadin Ungkap Piala Dunia 2026 Dongkrak Perputaran Ekonomi Indonesia hingga Rp5,03 Triliun
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Gelaran Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga yang menyita perhatian masyarakat dunia, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi Indonesia.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat perputaran ekonomi langsung maupun tidak langsung dari turnamen sepak bola internasional tersebut mencapai lebih dari Rp5,03 triliun.

Dampak ekonomi tersebut disebut menyebar ke berbagai sektor usaha, mulai dari industri penyiaran, periklanan, perdagangan, hotel, restoran, kafe (Horeka), hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.

Baca Juga:

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, mengatakan manfaat ekonomi Piala Dunia 2026 tidak hanya dirasakan dari sisi pertandingan, tetapi juga dari berbagai aktivitas masyarakat yang muncul selama turnamen berlangsung.

"Kajian ini menunjukkan bahwa manfaat ekonomi Piala Dunia tidak hanya terkonsentrasi pada penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga menyebar ke berbagai sektor usaha dan aktivitas masyarakat di seluruh Indonesia," kata Kukrit dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).

Menurut Kukrit, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, lembaga penyiaran, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat mampu mengoptimalkan dampak ekonomi dari ajang olahraga global.

Berdasarkan catatan Kadin Indonesia, nilai ekonomi sebesar Rp5,03 triliun berasal dari berbagai aktivitas bisnis.

Kontribusi terbesar berasal dari sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) yang mencapai sekitar Rp2,4 triliun.

Sementara itu, aktivitas promosi produk melalui iklan on-air menyumbang sekitar Rp1,76 triliun.

Adapun kegiatan komersial off-air memberikan kontribusi sekitar Rp850 miliar, ditambah aktivitas ekonomi lain yang muncul melalui berbagai kegiatan masyarakat seperti Festival Rakyat 2026.

Selain menghasilkan perputaran ekonomi langsung, Piala Dunia 2026 juga menciptakan efek lanjutan bagi dunia usaha.

Sejumlah pelaku bisnis melakukan investasi tambahan untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat.

Investasi tersebut antara lain berupa pengadaan televisi, proyektor, perangkat set-top box, sistem audio, penambahan kapasitas tempat duduk, hingga pengembangan fasilitas kuliner di berbagai lokasi.

Dampak positif tersebut juga terlihat pada sektor penyediaan akomodasi dan makanan minuman yang mencatat pertumbuhan sebesar 13,14 persen secara tahunan pada triwulan I-2026.

Tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia 2026 menjadi salah satu faktor utama yang menggerakkan roda ekonomi.

Kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar di berbagai daerah turut memberikan keuntungan bagi pelaku UMKM.

Berdasarkan survei Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia pada 7-13 Juli 2026, sebanyak 78,1 persen responden mengaku mengikuti kegiatan nobar setidaknya satu kali selama turnamen berlangsung.

Dalam survei tersebut, rata-rata pengeluaran masyarakat mencapai Rp51 ribu setiap kegiatan nobar atau sekitar Rp145 ribu selama rangkaian Piala Dunia 2026.

Pengeluaran tersebut sebagian besar digunakan untuk membeli makanan dan minuman, paket data internet, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya.

"Sebagian besar pengeluaran itu digunakan untuk membeli makanan dan minuman, paket data, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya sehingga manfaat ekonominya banyak dirasakan oleh pelaku UMKM," kata Kukrit Suryo Wicaksono.

Menurut Kadin, fenomena tersebut menunjukkan bahwa ajang olahraga internasional seperti Piala Dunia memiliki potensi besar dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, terutama ketika didukung kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PWI, KONI, KNPI, Kadin, dan Blackcats Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Wali Kota Bogor, Hadirkan UMKM dan Ribuan Doorprize
RSJ Prof Dr M Ildrem Hadirkan Telekonseling Digital dan Daycare Rehabilitation, Permudah Masyarakat Akses Layanan Kesehatan Jiwa
Pemprov Sumut Dorong PD Aneka Industri dan Jasa Berubah Jadi Perseroda, Targetkan Tata Kelola Lebih Profesional
Menyiasati Utang Negara
DPC Hanura Langkat Luncurkan KUBE Hanura, Dorong Pemberdayaan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat
325 SPBU di Sumut Alami Kelangkaan BBM, Polda Kerahkan 786 Personel Kawal Distribusi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru