BREAKING NEWS
Jumat, 17 Juli 2026

IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.092, Saham Big Caps AMMN hingga TPIA Tertekan

Adelia Syafitri - Jumat, 17 Juli 2026 09:30 WIB
IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.092, Saham Big Caps AMMN hingga TPIA Tertekan
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Sentimen negatif juga menyebar ke kawasan Asia. Bursa Korea Selatan menjadi salah satu yang mengalami tekanan terbesar setelah indeks KOSPI anjlok hingga 6,4 persen.

Penurunan tersebut dipicu oleh pelemahan saham dua perusahaan chip besar, SK Hynix dan Samsung Electronics, setelah Bank of Korea menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Pergerakan IHSG pada perdagangan Jumat ini masih akan bergantung pada sentimen global serta respons investor terhadap kondisi pasar.

Meski peluang penguatan masih terbuka, pelaku pasar perlu mencermati risiko koreksi akibat tekanan dari sektor teknologi global dan perubahan kebijakan moneter sejumlah negara.

Catatan: Informasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham.

Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.* (bi/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Cuma Rp2 Jutaan! Ini 7 HP dengan RAM 8 GB dan Memori 256 GB yang Layak Dibeli, Spek Gahar dan Baterai Jumbo
Emas Antam Anjlok Hari Ini, Harga 1 Gram Turun Jadi Rp2,606 Juta
Wagub Sumut Surya Ajak Prancis Perkuat Kerja Sama Investasi, Pendidikan, hingga Energi Terbarukan
Bupati Batu Bara Terima Kunjungan Kanwil Imigrasi Sumut, Bahas Potensi Investasi dan Pelayanan Keimigrasian
IHSG Melesat ke Level 6.108, Saham WIFI Pimpin Penguatan Bursa
Prabowo Minta Maaf Tak Hadir Langsung di LNG Abadi Masela, Sebut Berutang kepada Masyarakat Maluku
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Sihir Argentina

Sihir Argentina

OlehHamid AwaludinKATA sihir mengendap pelan dalam benak kita semua, dari zaman es, batu hingga zaman nuklir ini. Banyak yang percaya, te

OPINI
Koperasi "Alat Orang Miskin"

Koperasi "Alat Orang Miskin"

OlehMuhardis ADA alasan mengapa kita lebih mudah mengingat sapu lidi daripada penguatan kapasitas ekonomi berbasis kolektivitas. Ada al

OPINI