BREAKING NEWS
Jumat, 17 Juli 2026

IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.092, Saham Big Caps AMMN hingga TPIA Tertekan

Adelia Syafitri - Jumat, 17 Juli 2026 09:30 WIB
IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.092, Saham Big Caps AMMN hingga TPIA Tertekan
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Jumat (17/7/2026) dengan tekanan.

Indeks saham utama Indonesia tersebut bergerak melemah seiring terkoreksinya sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps, seperti AMMN, BREN, MORA, hingga TPIA.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka turun 0,25 persen atau berkurang 15,23 poin ke level 6.092,97 pada pukul 09.01 WIB.

Baca Juga:

Pada awal perdagangan, IHSG sempat berada di titik terendah 6.091,44 dan bergerak hingga menyentuh level tertinggi sementara di 6.119,64.

Sementara itu, aktivitas perdagangan menunjukkan sebanyak 204 saham menguat, sebanyak 174 saham mengalami penurunan, dan 260 saham bergerak stagnan.

Total kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp10.660,90 triliun.

Pelemahan IHSG pada awal perdagangan dipengaruhi oleh tekanan terhadap sejumlah saham unggulan.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menjadi salah satu pemberat indeks setelah turun 2,04 persen ke level Rp3.840 per saham.

Selain itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terkoreksi 0,86 persen menjadi Rp3.460 per saham.

Saham PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) juga melemah 0,78 persen ke posisi Rp6.400.

Tekanan juga terjadi pada saham sejumlah perusahaan besar lainnya.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 0,70 persen, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) melemah 0,62 persen, sementara PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) terkoreksi 0,52 persen.

Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini masih dibayangi tekanan dari pasar global.

Pelemahan sektor teknologi di Wall Street dan bursa Asia menjadi salah satu faktor yang membuat investor lebih berhati-hati.


Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan IHSG sebelumnya masih mampu mencatatkan kinerja positif dengan ditutup naik 1,1 persen.

Kenaikan tersebut juga didukung oleh aksi beli bersih investor asing sebesar Rp283 miliar.

Investor asing tercatat banyak mengoleksi saham seperti BBCA, BMRI, ANTM, dan TPIA.

Namun, kondisi pasar global membuat IHSG berpotensi mengalami koreksi.

"IHSG berpotensi mengalami koreksi pada hari ini. Support IHSG di rentang 6.050–6.070, sedangkan area resistance di level 6.130–6.150," ujar Fanny.

Tekanan terhadap IHSG tidak terlepas dari pelemahan bursa saham global.

Di Amerika Serikat, sejumlah indeks utama Wall Street ditutup melemah akibat aksi jual besar-besaran pada saham teknologi, terutama sektor semikonduktor.

Indeks S&P 500 tercatat turun 0,51 persen, Nasdaq Composite melemah 1,47 persen, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,20 persen.

Tekanan pasar dipicu oleh meningkatnya proyeksi belanja modal Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) menjadi sekitar US$60 miliar hingga US$64 miliar yang justru mendapat respons negatif dari investor.

Selain itu, penundaan peluncuran model kecerdasan buatan terbaru milik Alphabet, Gemini 3.5 Pro, turut menambah kekhawatiran pasar terhadap prospek sektor teknologi.

Sentimen negatif juga menyebar ke kawasan Asia. Bursa Korea Selatan menjadi salah satu yang mengalami tekanan terbesar setelah indeks KOSPI anjlok hingga 6,4 persen.

Penurunan tersebut dipicu oleh pelemahan saham dua perusahaan chip besar, SK Hynix dan Samsung Electronics, setelah Bank of Korea menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Pergerakan IHSG pada perdagangan Jumat ini masih akan bergantung pada sentimen global serta respons investor terhadap kondisi pasar.

Meski peluang penguatan masih terbuka, pelaku pasar perlu mencermati risiko koreksi akibat tekanan dari sektor teknologi global dan perubahan kebijakan moneter sejumlah negara.

Catatan: Informasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham.

Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.* (bi/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Cuma Rp2 Jutaan! Ini 7 HP dengan RAM 8 GB dan Memori 256 GB yang Layak Dibeli, Spek Gahar dan Baterai Jumbo
Emas Antam Anjlok Hari Ini, Harga 1 Gram Turun Jadi Rp2,606 Juta
Wagub Sumut Surya Ajak Prancis Perkuat Kerja Sama Investasi, Pendidikan, hingga Energi Terbarukan
Bupati Batu Bara Terima Kunjungan Kanwil Imigrasi Sumut, Bahas Potensi Investasi dan Pelayanan Keimigrasian
IHSG Melesat ke Level 6.108, Saham WIFI Pimpin Penguatan Bursa
Prabowo Minta Maaf Tak Hadir Langsung di LNG Abadi Masela, Sebut Berutang kepada Masyarakat Maluku
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Sihir Argentina

Sihir Argentina

OlehHamid AwaludinKATA sihir mengendap pelan dalam benak kita semua, dari zaman es, batu hingga zaman nuklir ini. Banyak yang percaya, te

OPINI
Koperasi "Alat Orang Miskin"

Koperasi "Alat Orang Miskin"

OlehMuhardis ADA alasan mengapa kita lebih mudah mengingat sapu lidi daripada penguatan kapasitas ekonomi berbasis kolektivitas. Ada al

OPINI