BREAKING NEWS
Jumat, 24 Juli 2026

Distribusi Perdana B50 Dimulai, Program Swasembada Energi Prabowo Masuk Tahap Pembuktian

gusWedha - Jumat, 24 Juli 2026 21:07 WIB
Distribusi Perdana B50 Dimulai, Program Swasembada Energi Prabowo Masuk Tahap Pembuktian
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Program Biodiesel 50 persen atau B50 yang menjadi salah satu langkah strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan energi nasional mulai memasuki tahap pelaksanaan.

Setelah resmi diluncurkan sebagai bagian dari upaya menuju swasembada energi, Pertamina Patra Niaga mulai menjalankan distribusi perdana B50 dari dua kilang utama.

Langkah ini menjadi awal penerapan kebijakan pencampuran biodiesel dengan kandungan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebesar 50 persen secara lebih luas di Indonesia.

Baca Juga:

Pengiriman pertama B50 dilakukan dari Kilang Kasim, Papua Barat Daya, pada 18 Juli 2026 dengan volume mencapai 4.600 kiloliter (KL) menuju kapal MT Krasak.

Kemudian, pada 22 Juli 2026, Kilang Plaju, Sumatera Selatan, kembali menyalurkan sebanyak 8.230 KL B50 menuju Integrated Terminal (IT) Palembang untuk selanjutnya didistribusikan ke jaringan SPBU di wilayah Indonesia Barat maupun Indonesia Timur.

Distribusi perdana tersebut menjadi penanda dimulainya implementasi program B50 yang dirancang pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor solar, memperbesar pemanfaatan energi berbasis kelapa sawit, serta memperkuat kemandirian energi nasional.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pengiriman awal dari Kilang Kasim dan Kilang Plaju menjadi bagian penting dalam mendukung agenda pemerintah menuju ketahanan dan kedaulatan energi.

"Lifting perdana B50 oleh Kilang Kasim dan Kilang Plaju merupakan milestone penting yang menandai langkah nyata Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan energi nasional melalui implementasi B50 yang dicanangkan pemerintah," ujar Kitty dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, penerapan B50 tidak hanya berkaitan dengan sektor energi, tetapi juga memberikan peluang peningkatan nilai tambah bagi industri sawit nasional sebagai salah satu sumber bahan baku biodiesel.

Di tengah dimulainya distribusi B50, pemerintah memastikan perubahan komposisi biodiesel dari B40 menjadi B50 tidak menyebabkan kenaikan harga Biosolar bersubsidi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan harga Biosolar subsidi tetap berada di angka Rp6.800 per liter.

"Untuk B50, khususnya konsumsi domestik yang memperoleh subsidi, harganya tetap Rp6.800 per liter. Tidak ada penambahan harga dan kebijakan ini mampu menurunkan emisi karbon sekitar 44 juta metrik ton CO₂," kata Bahlil.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Aceh Dapat Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Rp58,9 Triliun, Pemerintah Fokus Pulihkan Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Rp534 Miliar Dana Tambahan Pascabencana Mengalir ke Sumbar, Satgas PRR Dorong Percepatan Realisasi
Yusril Ingatkan Dedi Mulyadi Tak Buka Sayembara Tangkap Begal: Jangan Dorong Aksi Main Hakim Sendiri
Bupati Batu Bara Pimpin Rapat Lanjutan Proyek Penerangan Jalan, Target 6.000 Titik APJ Terpasang
Kasad Maruli Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Prajurit dan Perkuat Pengabdian TNI AD untuk Masyarakat
Wagub Aceh Bahas Implementasi MoU Helsinki Bersama Sekretariat Negara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru