Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan pada perdagangan pekan ini meski pasar masih dibayangi sentimen global, termasuk meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
IHSG ditutup menguat sebesar 0,34 persen ke level 6.196,43 dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya yang berada di angka 6.175,53.
Pengamat pasar modal Hari mengatakan, sebenarnya terdapat sentimen positif yang mendukung pergerakan pasar setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan tingkat suku bunga.
Baca Juga:
Namun, kondisi berubah menjelang akhir pekan setelah muncul sentimen eksternal berupa konflik AS dan Iran yang kembali memanas.
"Sentimen itu berada di luar kontrol domestik dan akhirnya menjadi tekanan negatif bagi pasar," ujar Hari, Jumat (24/7/2026).
Meski terjadi tekanan akibat faktor global, minat investor asing terhadap sejumlah saham unggulan masih tetap terlihat. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp759,46 miliar dalam satu sesi perdagangan.
Menurut Hari, investor asing masih melakukan akumulasi terhadap beberapa saham sektor perbankan dan energi yang dinilai memiliki prospek positif.
Beberapa saham yang masih menjadi perhatian investor asing antara lain sektor perbankan seperti BBRI dan BBCA, serta saham energi seperti ANTM, ADRO, dan ITMG.
Sektor energi dinilai masih menarik karena didukung potensi kenaikan harga komoditas, sementara sektor perbankan mendapatkan sentimen positif dari stabilnya kebijakan suku bunga BI yang dapat menjaga prospek penyaluran kredit.
"Kedua sektor tersebut masih menjadi pilihan utama investor asing di tengah tingginya volatilitas pasar global," jelas Hari.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas perdagangan saham selama periode 20–24 Juli 2026 mengalami peningkatan pada sejumlah indikator utama.
Rata-rata volume transaksi harian meningkat 66,88 persen menjadi 43,68 miliar saham dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di angka 26,17 miliar saham.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.