Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Menurut Isnawati, persoalan utama berada pada distribusi yang belum berjalan efektif.
Selain itu, kenaikan harga gabah, biaya penggilingan, logistik, energi, hingga kemasan ikut mendorong harga beras naik.
Ia juga mengingatkan bahwa operasi pasar hanya menjadi solusi sementara.
Pemerintah dinilai perlu memperbaiki tata kelola rantai pasok pangan agar harga lebih stabil dalam jangka panjang.
Isnawati memperkirakan tekanan harga beras masih berpotensi berlanjut pada semester II 2026 karena memasuki musim kemarau, potensi gangguan produksi, serta ancaman El Nino.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat semakin menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang sebagian besar pengeluarannya digunakan untuk membeli beras.* (bi/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.