BREAKING NEWS
Selasa, 29 September 2026

IHSG Naik 0,77% ke 6.316, Investor Cermati Keputusan MSCI

Administrator - Rabu, 12 Agustus 2026 09:31 WIB
IHSG Naik 0,77% ke 6.316, Investor Cermati Keputusan MSCI
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026.

Hingga pukul 09.15 WIB, IHSG naik 48,3 poin atau 0,77 persen ke level 6.316.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi tercatat mencapai 5,2 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,8 triliun.

Baca Juga:

Frekuensi perdagangan mencapai 288.728 kali.

Sebanyak 381 saham tercatat menguat, sedangkan 137 saham melemah. Adapun 190 saham lainnya tidak bergerak.

Pergerakan IHSG hari ini berlangsung ketika investor mencermati pengumuman dan laporan terbaru MSCI August Index Review, terutama terkait arah kebijakan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).

BRI Danareksa Sekuritas menyebut basis acuan MSCI masih mempertahankan freeze pada Agustus ini.

Pelonggaran substantif diperkirakan baru berpotensi muncul dalam Market Accessibility Review berikutnya.

"Watchlist konstituen (potensial): CPIN risiko turun kelas ke Small Cap, GOTO risiko full deletion (likuiditas kering, harga floor Rp50/saham), FILM terancam keluar Small Cap index (isu HSC)," papar BRI Danareksa.

Dalam riset terpisah, BRI Danareksa Sekuritas memilih MEDC, ESSA, dan WIRG sebagai saham pilihan untuk perdagangan hari ini.

Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar masih berada dalam posisi wait and see menjelang pengumuman MSCI August Index Review pada 13 Agustus 2026 dini hari.

Implementasi hasil review tersebut dijadwalkan efektif pada 1 September 2026.

MSCI sebelumnya memperpanjang review Indonesia hingga November 2026.

Lembaga indeks tersebut juga menyatakan bahwa opsi menuju Frontier Market masih dapat dipertimbangkan apabila progres reformasi dinilai tidak memadai.

MSCI menekankan bahwa perhatian investor bukan hanya pada pengumuman reformasi, tetapi juga konsistensi penerapannya dan dampaknya terhadap investor institusi internasional.

"Yang lebih penting adalah membaca tone keputusan MSCI dan membedakan apakah hasilnya bersifat relief, neutral, atau negative surprise," terang Mirae Asset Sekuritas.

Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan PNLF, RAJA, dan RATU.

Phintraco Sekuritas melihat sejumlah indikator teknikal menunjukkan adanya pelemahan momentum IHSG.

Secara teknikal, terjadi penyempitan histogram positif MACD. Sementara itu, Stochastic RSI bergerak melemah di area pivot.

IHSG juga ditutup di bawah level MA10, tetapi masih bertahan di atas MA20.

"Diperkirakan IHSG akan menguji level support di 6.180–6.200," mengutip analisis Phintraco pagi hari ini.

Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas memilih MEDC, TKIM, ULTJ, CUAN, dan BUKA.

CGS International Sekuritas Indonesia juga melihat sejumlah sentimen negatif yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG.

Melemahnya bursa saham Wall Street, berlanjutnya aksi jual investor asing, serta penurunan harga sejumlah komoditas diperkirakan menjadi tekanan bagi pasar saham domestik.

Namun, kenaikan harga minyak mentah, CPO, dan batu bara serta penguatan nilai tukar rupiah berpeluang menjadi sentimen positif bagi IHSG.

"IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.200–6.130 dan resistance 6.335–6.405," terang CGS International Sekuritas.

Saham pilihan CGS International Sekuritas adalah KLBF, MEDC, AADI, ISAT, SILO, dan EMAS.

Panin Sekuritas memiliki pandangan yang lebih hati-hati terhadap pergerakan IHSG hari ini.

IHSG diproyeksikan berpotensi melemah karena tensi geopolitik masih tinggi.

Kondisi tersebut dapat mendorong kenaikan harga minyak, pelemahan rupiah, serta berlanjutnya arus keluar dana asing.

"Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah," mengutip riset harian Panin Sekuritas.

Saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah AUTO, SGER, dan BBRI.

Dengan berbagai sentimen tersebut, investor perlu mencermati perkembangan keputusan MSCI, pergerakan dana asing, nilai tukar rupiah, harga komoditas, serta kondisi pasar global sebagai faktor yang dapat menentukan arah IHSG sepanjang perdagangan.* (bb/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Selat Hormuz Memanas, Rupiah Tertekan di Rp17.860 per Dolar AS
Emas Antam Kembali Turun, Harga 1 Gram Kini Rp2.680.000
Wali Kota Medan Rico Waas Raih LPM Award 2026 atas Dukungan Pemberdayaan Masyarakat
IHSG Terkoreksi ke 6.267, Sektor Kesehatan Jadi Satu-satunya Penyelamat
Rupiah Kembali Melemah ke Rp17.797, Jadi Salah Satu Mata Uang Asia yang Tertekan
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru