BREAKING NEWS
Selasa, 29 September 2026

Di Tengah Won Korea dan Mata Uang Asia Tertekan, Rupiah Justru Bertahan Stabil di Rp17.877

Dharma - Kamis, 13 Agustus 2026 17:56 WIB
Di Tengah Won Korea dan Mata Uang Asia Tertekan, Rupiah Justru Bertahan Stabil di Rp17.877
ilustrasi - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan pada perdagangan Kamis (13/8/2026). (Foto: Afu)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan pada perdagangan Kamis (13/8/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.877 per dolar AS, sama seperti posisi penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Pergerakan rupiah tersebut terjadi di tengah tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia. Rupiah tercatat menjadi salah satu mata uang kawasan yang relatif stabil terhadap dolar AS.

Won Korea Selatan menjadi mata uang Asia yang mengalami pelemahan paling dalam, yakni 0,44%. Selanjutnya peso Filipina melemah 0,22%, baht Thailand turun 0,10%, ringgit Malaysia melemah 0,09%, dan rupee India turun 0,09%.

Baca Juga:

Dolar Singapura juga tercatat melemah 0,02%, sedangkan yuan China turun tipis 0,003% terhadap dolar AS.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru mampu menguat. Dolar Taiwan naik 0,29%, yen Jepang menguat 0,02%, sementara dolar Hong Kong naik 0,01%.

Stabilnya rupiah terjadi ketika indeks dolar AS berada di level 99,96. Angka tersebut turun dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya yang berada di level 100,01.

Pergerakan rupiah juga berlangsung di tengah tekanan terhadap pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 85,676 poin atau 1,34% ke level 6.288,173.

Pada awal perdagangan, IHSG berada di level 6.388,234. Indeks sempat menguat hingga 6.390,329 sebelum tekanan jual membuat pergerakan IHSG berbalik arah.

IHSG kemudian menyentuh level terendah di 6.281,572. Hingga pukul 15.28 WIB, volume perdagangan saham tercatat mencapai 24,725 miliar saham dengan nilai transaksi Rp11,509 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 1.724.346 kali.

Sebanyak 157 saham tercatat menguat, sementara 471 saham melemah dan 163 saham lainnya bergerak stagnan.

Dengan kondisi tersebut, rupiah mampu mempertahankan level penutupannya meski sebagian besar mata uang Asia berada dalam tekanan terhadap dolar AS.* (k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.878 per Dolar AS Saat Mata Uang Asia Menguat, Ada Apa?
Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut, Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.877 Jelang Data Inflasi AS
Selat Hormuz Memanas, Rupiah Tertekan di Rp17.860 per Dolar AS
Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Bikin Rupiah Melemah ke Rp17.861
Rupiah Kembali Melemah ke Rp17.797, Jadi Salah Satu Mata Uang Asia yang Tertekan
Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Rupiah Diprediksi Makin Menguat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru