BREAKING NEWS
Jumat, 14 Agustus 2026

Prabowo: Perang dan Konflik Geopolitik Ganggu Rantai Pasok Dunia, Ekonomi Tertekan

Dharma - Jumat, 14 Agustus 2026 11:12 WIB
Prabowo: Perang dan Konflik Geopolitik Ganggu Rantai Pasok Dunia, Ekonomi Tertekan
Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (foto: TVR Parlemen/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti situasi global saat ini yang tengah menghadapi tekanan ekonomi serta gangguan rantai pasok akibat berbagai konflik dan perang yang berkecamuk di penjuru dunia.

Hal tersebut disampaikannya dalam pidato kenegaraan pada Sidang Bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Di tengah ketidakpastian global tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian dan berdiri di atas kaki sendiri.

Baca Juga:

"Kita mengetahui dunia sedang menghadapi konflik geopolitik, perang dagang, perang terbuka, di Eropa, di Timur Tengah, dan berbagai tempat lain di dunia. Seluruh dunia mengalami gangguan rantai pasok dan tekanan ekonomi," kata Prabowo.

Di tengah situasi penuh tantangan itu, kepala negara mengingatkan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh menggantungkan pasokan dari luar negeri demi mengantisipasi segala kemungkinan terburuk di masa depan.

"Karena kalau situasi tiba-tiba berubah ke arah yang lebih jelek, kita tetap harus survive," ucap dia.

Kendati situasi global tidak menentu, Prabowo mengeklaim bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap terjaga dengan baik, yang kemudian berdampak positif pada pertumbuhan investasi di dalam negeri.

Sepanjang tahun 2025 lalu, realisasi investasi tercatat menembus angka fantastis dan mampu menyerap jutaan tenaga kerja baru.

"Alhamdulillah karena kerja keras kita, karena kepercayaan rakyat kepada pemerintah, di tengah ketidakpastian global, investasi tetap tumbuh. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp 1.931 triliun. Dan telah menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja," ujar Prabowo.

Tren positif tersebut terus berlanjut hingga pertengahan tahun ini.

Berdasarkan data yang dipaparkan, aliran modal dan investasi di paruh pertama 2026 kembali mencatatkan angka tinggi serta membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.

"Pada semester pertama 2026 ini saja, realisasi investasi mencapai Rp 1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja," sambung dia.* (km/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
21 Bulan Memimpin, Prabowo Akui Belum Semua Janji Politik Terpenuhi
Prabowo Sentil BUMN: Kadang Bekerja Seenaknya, Pemerintah Tak Dianggap
Soroti Birokrasi Korup dan Tak Efisien, Prabowo: Negara Harus Memudahkan Rakyat Bukan Mempersulit
Prabowo: MBG hingga Hilirisasi Tak Lagi Sekadar Rencana di Atas Kertas, Manfaatnya Mulai Dirasakan Rakyat
8 Komoditas Pangan Sudah Swasembada, Prabowo: Indonesia Aman Hadapi Krisis Pangan dan Ancaman El Nino
Ketua MPR Ahmad Muzani Ingatkan Demokrasi Bukan Ajang Saling Cela dan Rendahkan Martabat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru