BREAKING NEWS
Sabtu, 15 Agustus 2026

IHSG Merah Pekan Ini! Kapitalisasi Pasar BEI Justru Tembus Rp11.243 Triliun, Ini 10 Saham Paling Anjlok

Administrator - Sabtu, 15 Agustus 2026 09:16 WIB
IHSG Merah Pekan Ini! Kapitalisasi Pasar BEI Justru Tembus Rp11.243 Triliun, Ini 10 Saham Paling Anjlok
Ilusrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah tipis sepanjang perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan 10-14 Agustus 2026.

Meski indeks turun, kapitalisasi pasar BEI justru mengalami peningkatan.

Berdasarkan data BEI, IHSG pada akhir perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, berada di level 6.401,88.

Baca Juga:

Angka tersebut turun 0,12 persen dibandingkan posisi pekan sebelumnya yang berada di level 6.409,65.

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan kinerja perdagangan saham sepanjang pekan tersebut bergerak bervariasi.

"Data perdagangan saham di BEI selama periode 10—14 Agustus 2026 ditutup dengan kinerja yang bervariasi," tulis Kautsar, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Di tengah pelemahan IHSG, kapitalisasi pasar BEI justru meningkat 0,28 persen.

Kapitalisasi pasar pada pekan ini mencapai Rp11.243 triliun, naik dari Rp11.212 triliun pada pekan sebelumnya.

Namun, sejumlah indikator aktivitas perdagangan saham mengalami penurunan.

Rata-rata nilai transaksi harian turun 1,07 persen menjadi Rp15,21 triliun dari Rp15,38 triliun pada pekan sebelumnya.

Rata-rata volume transaksi harian juga turun cukup signifikan, yakni 14,86 persen menjadi 34,01 miliar lembar saham dari sebelumnya 39,95 miliar lembar saham.

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian turun 9,67 persen menjadi 2,09 juta kali transaksi.

Pada pekan sebelumnya, rata-rata frekuensi transaksi mencapai 2,32 juta kali.

Dari sisi investor asing, tercatat nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp1,034 triliun pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026.

Sepanjang 2026, investor asing telah membukukan nilai jual bersih sebesar Rp72,873 triliun.

10 Saham dengan Penurunan Terbesar

Pelemahan IHSG pada pekan ini juga diwarnai koreksi sejumlah saham.

Beberapa saham bahkan mengalami penurunan harga cukup tajam.

Saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk. (BAIK) menjadi top losers dengan penurunan harga paling besar.

Saham BAIK anjlok 49,35 persen dari Rp770 menjadi Rp390 per saham.

Berikut 10 saham dengan penurunan harga terbesar sepanjang pekan perdagangan 10-14 Agustus 2026:

BAIK — turun 49,35 persen, dari Rp770 menjadi Rp390.
BACH — turun 18,25 persen, dari Rp570 menjadi Rp466.
FOLK — turun 18,06 persen, dari Rp216 menjadi Rp177.
NSSS — turun 17,70 persen, dari Rp1.045 menjadi Rp860.
VOKS — turun 15,56 persen, dari Rp270 menjadi Rp228.
IKBI — turun 14,62 persen, dari Rp650 menjadi Rp555.
KDTN — turun 13,55 persen, dari Rp428 menjadi Rp370.
RODA — turun 13,51 persen, dari Rp74 menjadi Rp64.
SHID — turun 13,01 persen, dari Rp615 menjadi Rp535.
NTBK — turun 12,90 persen, dari Rp93 menjadi Rp81.


Pergerakan pasar saham sepanjang pekan ini turut dipengaruhi sejumlah sentimen, antara lain laporan MSCI mengenai perlakuan terhadap saham Indonesia dan pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai RAPBN 2027.

Head of Research RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai pidato Prabowo menunjukkan fokus pemerintah terhadap penguatan ketahanan pangan dan energi, pengawasan rantai pasok serta ekspor komoditas, dan reformasi badan usaha milik negara (BUMN).

Dari sisi pasar modal, Andrey memperkirakan dampak awal RAPBN 2027 terhadap IHSG cenderung positif.

Target defisit yang lebih rendah, status investment grade, serta pipeline proyek yang lebih jelas dinilai dapat meningkatkan kepercayaan investor.

Dalam RAPBN 2027, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen.

Target tersebut lebih tinggi dibandingkan asumsi pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4 persen.

Pemerintah juga menetapkan asumsi inflasi sebesar 2,5 persen, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 6,9 persen, serta nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS.

Sebagai perbandingan, asumsi 2026 mencakup pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, inflasi 2,5 persen, suku bunga SBN tenor 10 tahun 6,9 persen, dan nilai tukar rupiah Rp16.500 per dolar AS.

Dengan demikian, meski IHSG mencatat pelemahan tipis sepanjang pekan, nilai kapitalisasi pasar BEI masih mampu meningkat.

Investor juga akan mencermati perkembangan kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, serta sentimen global yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar saham pada pekan berikutnya.

Catatan: Informasi ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham.

Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.* (bi/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BUMN Bermasalah 30 Tahun Terakhir, Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc untuk Usut Direksi
Prabowo Bentuk PFII, Jakarta dan Bali Disiapkan Jadi Pusat Keuangan Internasional
Mau Pinjam Rp100 Juta dari KUR BCA? Ini Syarat, Bunga, Tenor dan Simulasi Cicilannya
Dengarkan Pidato Presiden Prabowo, Bupati Labusel Komitmen Selaraskan Pembangunan Daerah dengan Kebijakan Nasional
Sempat Anjlok ke Zona Merah, IHSG Rebound dan Ditutup Melesat ke Level Tertinggi 6.401,88
Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026, Data BPS Konfirmasi Klaim Prabowo Tertinggi 13 Tahun
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru