BREAKING NEWS
Kamis, 15 Oktober 2026

IKN Dapat Rp6,7 Triliun di APBN 2027, Fokus Kejar Gedung Legislatif-Yudikatif

Adelia Syafitri - Rabu, 19 Agustus 2026 09:41 WIB
IKN Dapat Rp6,7 Triliun di APBN 2027, Fokus Kejar Gedung Legislatif-Yudikatif
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mendapat pagu indikatif sebesar Rp6,7 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. (Foto: OIKN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA- Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mendapat pagu indikatif sebesar Rp6,7 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Sebagian besar anggaran tersebut bakal digunakan untuk mempercepat pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan dari total pagu Rp6,7 triliun, sekitar Rp5,3 triliun dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif. Sementara anggaran lainnya digunakan untuk kebutuhan pengelolaan IKN.

"Dari Rp6,7 triliun itu kan pagu indikatif pertama. Tapi yang Rp5,3 triliun itu untuk meneruskan pembangunan yudikatif dan legislatif yang selanjutnya. Yang lainnya untuk pengelolaan," kata Basuki dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga:

Pagu indikatif tersebut meningkat sekitar Rp400 miliar dibandingkan pagu sebelumnya yang berada di angka Rp6,3 triliun.

Basuki menjelaskan peningkatan anggaran tersebut sejalan dengan target penyelesaian sejumlah infrastruktur utama di IKN pada 2027. Selain pembangunan fisik, anggaran juga mencakup kebutuhan pengelolaan dan pemeliharaan aset yang telah terbangun.

OIKN saat ini membutuhkan sekitar Rp500 miliar per tahun untuk pengelolaan infrastruktur. Kebutuhan tersebut diperkirakan meningkat seiring bertambahnya aset yang nantinya diserahkan oleh kementerian terkait kepada OIKN.

Untuk kawasan yudikatif, pembangunan fisik ditargetkan selesai pada 25 Desember 2027. Kawasan tersebut mencakup gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Mahkamah Agung (MA), Komisi Yudisial (KY), Plaza Keadilan hingga Masjid Kawasan.

Pejabat Pembuat Komitmen E.4 Satker Pembangunan Infrastruktur OIKN Sonny Alissa mengatakan progres pembangunan kawasan yudikatif ditargetkan mencapai 40 persen hingga akhir 2026.

Percepatan dilakukan melalui pengerjaan struktur, topping off, hingga penyelesaian bagian arsitektur, lanskap dan interior.

Saat ini, paket pembangunan gedung MA dengan nilai kontrak Rp1,4 triliun telah mencapai progres 12,5 persen setelah delapan bulan pengerjaan. Sementara paket pembangunan MK, KY dan Masjid Kawasan memiliki nilai kontrak Rp1,65 triliun dengan progres 12,41 persen.

Di sisi lain, pembangunan kawasan legislatif juga terus dikebut. Kawasan ini nantinya mencakup Gedung DPR, MPR, DPD, Gedung Sidang Paripurna serta sejumlah fasilitas pendukung.

Pembangunan fisik kawasan legislatif ditargetkan rampung pada Desember 2027. Nilai kontrak keseluruhan lima paket pekerjaan kawasan tersebut mencapai Rp8,24 triliun.

Rinciannya, Gedung Sidang Paripurna memiliki nilai kontrak Rp1,24 triliun dengan progres 12,147 persen. Kemudian Gedung DPR 1 senilai Rp1,84 triliun dengan progres 11,029 persen dan Gedung DPR 2 senilai Rp1,96 triliun dengan progres 9,927 persen.

Selanjutnya, Gedung DPD memiliki nilai kontrak Rp1,48 triliun dengan progres 9,404 persen, sedangkan Gedung MPR senilai Rp1,70 triliun telah mencapai progres 10,559 persen.

"Insyaallah 23 Desember 2027 sudah selesai," ujar PPK E.3 Satker Pembangunan Infrastruktur OIKN Alfrits Steeve Willy Makalew.

Basuki sebelumnya menyebut pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di IKN menjadi salah satu tanda bahwa pembangunan kawasan inti pemerintahan terus berjalan. Aktivitas kenegaraan pun mulai dilakukan di kawasan yang berada di Kalimantan Timur tersebut.

Sejumlah fasilitas dasar di Plaza Seremoni dan kawasan seberang Istana Kepresidenan IKN telah dapat digunakan, termasuk area upacara, akses jalan serta jaringan utilitas untuk mendukung kegiatan pemerintahan.

"Upacara ini menunjukkan bahwa IKN terus dibangun. Kegiatan kenegaraan sudah bisa dilakukan di sini. Masih banyak yang harus diselesaikan, tetapi progresnya berjalan," kata Basuki.* (oz/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Anggaran BGN Rp240 Triliun, Tapi Realisasi Belanja Kerap di Bawah Pagu: Ada Apa?
Malam Ini Juga, BNPB Pastikan Tenda Layak Berdiri untuk Ribuan Pengungsi Gempa NTT di Manggarai
HUT RI Tahun Ini Tak Terpusat di Jakarta, Menteri Sebar ke Daerah Sambil Kawal Gempa NTT
5 Bandara dan 2 Pelabuhan Rusak, Pemerintah Kerahkan SAR hingga TNI-Polri Tangani Gempa NTT
Istana Wapres di IKN Rampung, Gibran Ditarget Ngantor Tahun Ini dan Dibuka untuk Kunjungan Publik
Pemerintah Siapkan Rp100,17 Triliun untuk Pulihkan Aceh, Sumut, dan Sumbar hingga 2028
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru