BREAKING NEWS
Selasa, 25 Agustus 2026

PLTS 100 GW Dibangun Bertahap, Pemerintah Targetkan Rampung 2029

Administrator - Selasa, 25 Agustus 2026 10:25 WIB
PLTS 100 GW Dibangun Bertahap, Pemerintah Targetkan Rampung 2029
Proyek PLTS 100 GW. (foto: dok. Setneg)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah menyiapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) secara bertahap.

Proyek tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada 2029.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pembangunan PLTS 100 GWp akan dibagi dalam beberapa tahap.

Baca Juga:

Pemerintah menargetkan pembangunan dilakukan secara bertahap dan terukur.

Menurut Prasetyo, tahap pertama memiliki kapasitas 17 GWp. Pembangunan tahap ini dicanangkan sejak tahun lalu hingga tahun ini.

Tahap berikutnya ditargetkan mencapai 18 GWp dan akan dikerjakan mulai 2026 hingga 2027.

Adapun tahap selanjutnya ditargetkan mencapai 35 GWp dan direncanakan berlangsung pada 2027 hingga 2028.

Setelah tiga tahap tersebut, masih terdapat sekitar 30 GWp kapasitas PLTS yang akan dibangun.

Pemerintah nantinya akan menetapkan kembali tahapan pembangunan untuk kapasitas tersebut.

"Program ini akan dibangun bertahap: Tahap I 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 [35] GWp," kata Prasetyo melalui keterangan tertulis, Selasa, 25 Agustus 2026.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan sekaligus meresmikan groundbreaking program PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar pembangunan PLTS 100 GWp dipercepat dan ditargetkan selesai pada 2029.

Selain pembangunan pembangkit energi surya, pemerintah juga menyiapkan langkah penghentian pembangkit listrik tenaga diesel atau PLTD.

Prabowo, kata Prasetyo, memerintahkan agar PLTD dengan kapasitas 13 GWp segera dihentikan operasionalnya.

"Pemerintah memastikan pembangunan PLTS 100 GWp akan terus dikawal secara bertahap dan terukur, sejalan dengan komitmen mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan kompetitif di bidang energi," kata dia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebelumnya mengatakan pemerintah akan segera mengumumkan tender pembangunan PLTS dengan kapasitas total 100 GW.

Untuk tahap pertama, tender akan dibuka bagi proyek PLTS dengan kapasitas total 30 GW.

Namun, Bahlil belum menjelaskan secara rinci waktu pengumuman dan mekanisme lelang tersebut.

"Tahun ini, kita akan sudah mulai pada 2026, kita akan mulai masuk tahap pertama dengan pembangunan 30 gigawatt," kata Bahlil dalam Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta Selatan, Rabu, 19 Agustus 2026.

Bahlil juga menyebut Bali sebagai salah satu lokasi yang dipertimbangkan untuk pengerjaan master plan tahap pertama PLTS 100 GW.

"Kita buat master plan dengan perencanaan. Mungkin kita akan buat di Bali. Saya lagi usahakan meminta jadwal Bapak Presiden untuk peresmian tahap pertama PLTS 100 gigawatt ini," ujar Bahlil saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.


Pembangunan PLTS tersebut juga akan didukung sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau battery energy storage systems (BESS).

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah menyiapkan BESS dengan kapasitas 33 GW.

Sistem tersebut akan dibangun seiring dengan pembangunan PLTS tahap pertama berkapasitas 17 GW.

"Kebutuhan yang ini kan kita percepatan yang pertama 17 GW terlebih dahulu, dan juga ada battery energy storage atau BESS yang kita bangun sekitar 33 GW," ungkap Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM pada akhir Mei 2026.

Menurut Yuliot, pemerintah juga sedang menyelesaikan rancangan peraturan presiden yang akan menjadi salah satu dasar untuk mempercepat pembangunan PLTS 100 GW.

"Jadi itu yang kita lakukan untuk perancangan peraturan presidennya, ini kita lakukan juga di samping izin prakarsa. Paralel kita juga lagi melakukan pembahasan antarkementerian/lembaga," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary mengatakan pembangunan PLTS tahap pertama berkapasitas 17 GW ditargetkan selesai secepat mungkin.

PLN menargetkan tahap pertama tersebut dapat rampung pada 2028, meski terbuka kemungkinan penyelesaian dilakukan lebih cepat.

"[Target] 2028, tetapi kalau bisa secepatnya," ujar Rizal saat ditemui dalam agenda Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Rizal juga mengatakan listrik yang dihasilkan dari proyek PLTS 100 GW tersebut akan diserap PLN.

"Harganya kemarin US$6/kWh, dan mereka [produsen PLTS] sudah oke," katanya.* (bb/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Salurkan 292 Jaring Insang untuk Nelayan Tanjungbalai, Bantuan Diharapkan Dongkrak Hasil Tangkapan
HAN 2026 di GPdI Nafiri Kemenangan, Wawako Tanjungbalai Tekankan Perlindungan dan Hak Anak
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Desember 2026
Wali Kota Medan Rico Waas Tegaskan Perangi Korupsi, Celah Pelanggaran Bakal Diperketat
Pemkab dan DPRD Labusel Sepakati KUA-PPAS APBD 2027, Anggaran Didorong Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Ketua TP Posyandu Asahan Kunjungi Posyandu Manggis, Tracing TBC Terintegrasi CKG Jadi Fokus
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru