Di Tengah Duka Gempa NTT, Bocah Pengungsi Nagekeo Bikin Prabowo Tertawa lewat Yel 'Oke Gas
NAGEKEO Momen Momensantai terjadi saat Presiden Prabowo Subianto mengunjungi posko pengungsian korban gempa Magnitudo 7,7 di Lapangan Berd
NASIONAL
JAKARTA - Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan kenaikan suku bunga bukan satu-satunya cara untuk meredam tekanan inflasi. Menurutnya, bank sentral perlu menggunakan bauran kebijakan agar stabilitas harga tetap terjaga tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
Hal itu disampaikan Destry dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi XI DPR RI dalam rangka uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon Gubernur BI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
"Nah ini situasi yang kalau mereka hanya bicara inflasi naik, mereka langsung bisa, oke naikkan suku bunga. Tapi ini enggak. Mereka menghadapi perlambatan ekonomi juga," kata Destry.Baca Juga:
Menurutnya, kondisi tersebut membuat bank sentral perlu menyeimbangkan pengendalian inflasi dengan upaya menjaga pertumbuhan ekonomi. Karena itu, BI menggunakan berbagai instrumen kebijakan secara bersamaan.
"Ini yang menyebabkan mereka harus membalancing. Nah ini di Bank Indonesia kami coba membalancing dengan berbagai kebijakan yang kami miliki, makanya kami menamakannya bauran kebijakan Bank Indonesia," ujarnya.
Destry menjelaskan pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan sisi permintaan atau demand side. Harga pangan yang masuk dalam komponen volatile food serta harga yang diatur pemerintah atau administrative price juga berpengaruh terhadap inflasi.
Menurut Destry, inflasi pangan menyumbang sekitar 19% terhadap inflasi. Karena itu, pengendalian harga pangan membutuhkan koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga petani dan pihak terkait lainnya.
"Jadi kalau inflasi pangan kita tidak bisa kendalikan, maka dia akan mempengaruhi headline inflation, walaupun core inflation-nya relatif rendah," katanya.
Destry menilai tekanan inflasi pangan tidak bisa ditangani BI sendirian. Stabilitas pasokan dan harga pangan juga membutuhkan peran pemerintah daerah serta berbagai pihak yang terlibat dalam rantai pasok.
"Makanya perlu tadi sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi, termasuk petani dan sebagainya, inflasi pangan," ujarnya.
Selain harga pangan, komponen administrative price juga menjadi perhatian. Destry menyebut komponen tersebut menyumbang sekitar 16% terhadap inflasi.
Ia mencontohkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dapat memberikan dampak langsung terhadap inflasi utama atau headline inflation dalam beberapa bulan.
Meski demikian, Destry menilai kondisi inflasi domestik saat ini masih relatif terkendali. Ia menyebut inflasi Agustus berada di level 2,8%, sementara inflasi inti tercatat 2,7%.
"Kalau kita bisa maintain demand side-nya itu, yang tadi inflasi inti cukup terkendali dan sebagai gambaran, inflasi kita di Agustus ini adalah 2,8 persen, di mana intinya adalah 2,7 persen," tuturnya.
Destry juga menyampaikan inflasi pangan pada Agustus turun menjadi 2,5% dari sekitar 5% sebelumnya. Penurunan tersebut disebut terjadi seiring dengan membaiknya pasokan pangan.
Sementara itu, administrative price masih berada di level 3,58%.
Destry menegaskan pengendalian inflasi membutuhkan koordinasi lintas lembaga. BI, kata dia, tidak dapat menangani seluruh sumber tekanan inflasi seorang diri, terutama ketika tekanan berasal dari pasokan pangan dan harga yang diatur pemerintah.
"Jadi, inflasi sudah pasti tidak akan bisa reda sendiri, tapi sinergi itu yang sangat dibutuhkan," tegas Destry.
Pernyataan tersebut disampaikan Destry di tengah proses uji kepatutan dan kelayakan dirinya sebagai calon Gubernur Bank Indonesia. Dalam proses tersebut, ia memaparkan sejumlah strategi kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan nasional.* (k/dh)
NAGEKEO Momen Momensantai terjadi saat Presiden Prabowo Subianto mengunjungi posko pengungsian korban gempa Magnitudo 7,7 di Lapangan Berd
NASIONAL
NAGEKEO Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa kepada warga Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang kehilangan anggota keluar
NASIONAL
JAKARTA Meta mengungkap penyebab sejumlah akun WhatsApp pengguna di Indonesia mengalami pemblokiran massal. Perusahaan induk WhatsApp itu
NASIONAL
JAKARTA Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap salah satu temuan dalam investigasi kecelakaan kereta rel listrik (KRL)
PERISTIWA
JAKARTA Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR siap menerima aspirasi masyarakat yang akan disampaikan melalui aksi demonstrasi pada Ka
NASIONAL
NAGEKEO Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan terus menangani dampak gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Pra
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menargetkan berbagai persoalan dalam pengelolaan program Makan Bergizi G
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta seluruh perangkat kewilayahan mempercepat pendataan dan pendaftaran warga ke Portal
PEMERINTAHAN
BATUBARA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batubara memastikan akan melakukan pengawasan terhadap penggunaan Dana Transfer
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Tim peneliti Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menggelar Focus Group Discussion (FGD) tingkat Provinsi Aceh untuk mematang
PARIWISATA