Prabowo Terima Dubes AS untuk ASEAN, Ini yang Dibahas
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima Duta Besar Amerika Serikat untuk ASEAN Kevin Kim dan Kuasa Usaha ad interim US Mission to ASE
NASIONAL
MEDAN — Seorang kurir online penyandang tunadaksa, Iqbal Marqori (32), mengaku terkejut setelah mengecek status kesejahteraannya melalui portal Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Iqbal tercatat masuk dalam kategori desil 6-10. Kondisi tersebut membuatnya bingung karena ia merasa tidak memiliki aset dan penghasilan yang besar.
Iqbal bahkan mengaku saat ini tinggal menumpang di rumah kontrakan milik adik iparnya.Baca Juga:
Sepeda motor yang digunakannya untuk bekerja sebagai kurir online juga bukan miliknya, melainkan milik adiknya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, Asim Saputra, mengatakan warga yang merasa datanya tidak sesuai dapat mengajukan banding sekaligus melakukan pemutakhiran data.
"Kalau yang bersangkutan merasa butuh bantuan, dia harus melakukan pemutakhiran data. Klaster bantuan pemerintah itu kan beragam, misalnya bantuan pangan untuk desil 1–4 dan yang lainnya," ujar Asim, Jumat (4/9/2026).
Asim mengatakan BPS terus mendorong masyarakat di Sumatera Utara agar aktif memperbarui data dalam DTSEN.
Menurut dia, data akan sulit berubah apabila masyarakat tidak bersedia mengikuti proses pendataan dan pemutakhiran yang dilakukan petugas.
"Terimalah petugas BPS yang datang melakukan pemutakhiran data. Semakin menghindar, datanya tidak akan pernah masuk ke dalam peta perlindungan sosial," lanjutnya.
Untuk mengajukan banding, warga perlu menyertakan bukti pendukung.
Salah satunya Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang ditandatangani lurah atau kepala desa.
Asim menjelaskan, peringkat desil tidak semata-mata menentukan seseorang kaya atau miskin berdasarkan jumlah pendapatan.
"Pemeringkatan desil ini sebenarnya pemeringkatan kesejahteraan secara relatif, jadi tidak bisa membandingkan antarwilayah. Desil bukan ukuran absolut kaya atau miskin, melainkan diperingkatkan secara relatif dengan sekitar 41 variabel menggunakan metode statistik yang sangat rigid," jelas Asim.
Asim menjelaskan, desil merupakan pemeringkatan tingkat kesejahteraan masyarakat dari kelompok paling bawah hingga paling atas.
Pengelompokan tersebut dibagi dalam 10 persen.
"Desil 1 10 persen terbawah, desil 2 itu 10 persen di atasnya, dan seterusnya. Ukurannya bukan semata-mata pendapatan atau pengeluaran, melainkan rangkuman data dari sekitar 18 kementerian atau lembaga yang terlibat sesuai regulasi. Desil akan selalu bergerak dinamis sesuai perkembangan pemutakhiran data," ucapnya.
Karena itu, menurut Asim, masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data DTSEN perlu mengikuti proses pemutakhiran agar data yang tercatat dapat diperbarui.
Iqbal sebelumnya mengaku kaget setelah mengetahui dirinya masuk kategori desil 6-10.
Ia mempertanyakan hasil pemeringkatan tersebut karena merasa tidak memiliki kondisi ekonomi seperti masyarakat yang tergolong sejahtera.
"Pas cek, saya kaget masuk desil tinggi. Saya desil 6-10. Wih, ini desilnya desil orang kaya. Pantas saya tidak pernah dapat (sembako) gitu kan. Tidak pernah dapat apa pun saya. Beras saja tidak," ujar Iqbal.
Iqbal mengatakan dirinya pernah beberapa kali menerima bantuan sembako ketika masih tinggal di Padang, Sumatera Barat.
Bantuan tersebut diberikan Dinas Sosial karena ia merupakan penyandang disabilitas.
Namun, bantuan itu sudah lama tidak diterimanya. Setelah tinggal di Medan, Iqbal mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.
"Di Medan belum ada sama sekali bantuan dari pemerintah. Saya dapat bantuan malah beberapa kali dari warga yang baik. Saat saya lagi kerja narik, dikasih kadang beras. Dikasih pula saya kadang tip dari customer. Itu sajalah yang bisa saya bawa pulang. Selain itu tidak ada bantuan apa pun," bebernya.
Iqbal mengaku tidak memiliki aset yang menurutnya dapat membuat dirinya masuk dalam kategori desil tinggi.
Sepeda motor yang digunakan untuk bekerja sebagai kurir online merupakan milik adiknya.
Sementara di portal DTSEN, ia tidak tercatat sebagai penerima bantuan pangan.
Penghasilannya sebagai kurir juga tidak menentu.
Dalam sehari, Iqbal mengaku bisa hanya mendapatkan sekitar Rp50 ribu, bahkan terkadang tidak memperoleh laba bersih.
"Bingung saya makanya, di kampung saja saya tidak ada apa-apa. Tinggal saja saya menumpang. Kalau di Padang dulu saya juga tinggal di rumah nenek. Kalau di Medan ini, saya mengontrak sama adik," perinci pria 32 tahun itu.
Meski kondisi ekonominya terbatas, Iqbal tetap memilih bekerja sebagai kurir online.
Ia mengatakan tidak pernah berpikir untuk mengemis demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kini, Iqbal tengah berusaha mengumpulkan modal untuk membuka usaha kecil berupa kedai kelontong.
Ia berharap penghasilannya sebagai kurir dapat membantu mewujudkan rencana tersebut.
"Saya sedang mengumpuli modal karena saya ingin jualan saja, buka kedai kelontong. Karena kalau terus jadi kurir seperti ini, berbahaya juga di jalan, sering jatuh. Siapa tahu dengan jadi kurir online saat ini saya bisa kumpulkan rezeki untuk bisa buka usaha," harapnya.* (km/ad)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima Duta Besar Amerika Serikat untuk ASEAN Kevin Kim dan Kuasa Usaha ad interim US Mission to ASE
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menegaskan bahwa kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. M
POLITIK
JAKARTA Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengatakan masyarakat perlu belajar dari pengalaman pemerintahan Pr
POLITIK
JAKARTA Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengakui masih banyak masyarakat yang menghadapi tekanan ekonomi di
EKONOMI
JAKARTA Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY meminta seluruh kader Demokrat tetap jujur melihat kondisi yang dir
POLITIK
JAKARTA PT Pupuk Indonesia (Persero) menjajaki rencana pengembangan fasilitas produksi pupuk urea di Rusia dengan kapasitas hingga 3,5 j
PERTANIAN AGRIBISNIS
MEDAN Seorang perempuan yang berprofesi sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) di Kota Medan diamankan polisi karena diduga mengedarkan nar
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPTENG Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tapanuli Tengah membela Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu terkait polemik rendahnya penyerapan
PEMERINTAHAN
NIAS Gempa bumi dengan magnitudo 4,7 mengguncang Kabupaten Nias, Sumatera Utara, pada Sabtu malam, 5 September 2026.Berdasarkan informas
PERISTIWA
LUBUKPAKAM Sembilan ekor ikan koi milik Anita Nanda Sari, 30 tahun, dicuri dari kolam di samping rumahnya di Desa Limau Manis, Kecamatan
HUKUM DAN KRIMINAL