BREAKING NEWS
Selasa, 08 September 2026

KUR BSI 2026 Bebas Riba? Ini Akad, Tabel Angsuran, Syarat, dan Cara Mengajukannya

Adelia Syafitri - Selasa, 08 September 2026 08:00 WIB
KUR BSI 2026 Bebas Riba? Ini Akad, Tabel Angsuran, Syarat, dan Cara Mengajukannya
Bank BSI. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Selain murabahah, terdapat akad ijarah atau sewa.

Melalui akad ini, BSI menyewakan aset produktif kepada nasabah.

Selanjutnya, nasabah membayar biaya sewa sesuai nominal dan jangka waktu yang telah disepakati.

Dengan skema tersebut, pembiayaan tidak menggunakan bunga.

Besaran kewajiban dan jadwal pembayaran telah ditentukan berdasarkan akad, sehingga nasabah memiliki kepastian dalam mengatur keuangan dan mengembangkan usahanya.

Meski demikian, calon nasabah tetap perlu memahami akad, biaya, serta ketentuan KUR BSI sebelum mengajukan pembiayaan.

Tabel Angsuran KUR BSI 2026 Rp10 Juta-Rp50 Juta

Salah satu hal yang perlu diperhatikan calon nasabah adalah besaran angsuran berdasarkan plafon dan tenor pembiayaan.

Berikut tabel angsuran KUR BSI 2026 untuk plafon Rp10 juta hingga Rp50 juta dengan tenor 12 sampai 60 bulan berdasarkan data dalam materi ini:

Plafon Rp10 juta
12 bulan: Rp850.000
24 bulan: Rp433.333
36 bulan: Rp294.444
48 bulan: Rp225.000
60 bulan: Rp183.333


Plafon Rp20 juta
12 bulan: Rp1.700.000
24 bulan: Rp866.600
36 bulan: Rp588.800
48 bulan: Rp450.000
60 bulan: Rp366.600


Plafon Rp30 juta
12 bulan: Rp2.550.000
24 bulan: Rp1.300.000
36 bulan: Rp883.333
48 bulan: Rp675.000
60 bulan: Rp550.000

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
AHY Bicara Kekuasaan Tak Selamanya, Golkar: Sinyal Siap Maju Pilpres 2029
113 Orang Jadi Tersangka Karhutla, Mengapa Belum Ada Korporasi yang Dijerat?
Butuh Modal Usaha Rp500 Juta? Ini Simulasi Angsuran KUR BNI 2026
Harga BBM September 2026 Naik, Pertamina hingga Shell Kompak Ubah Harga
Butuh Modal Usaha? Ini Simulasi KUR BRI Rp100 Juta dan Syarat Pengajuannya
AHY Akui Ekonomi Rakyat Masih Tertekan: Harga Kebutuhan Naik, Kerja Layak Sulit
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru