Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu pilihan pembiayaan yang banyak dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menambah modal usaha.
Berbeda dengan bank konvensional yang menggunakan sistem bunga, Bank Syariah Indonesia (BSI) menawarkan KUR berdasarkan prinsip syariah.
Melalui KUR BSI, pelaku UMKM dapat memperoleh akses permodalan dengan mekanisme pembiayaan yang menggunakan akad syariah.
Baca Juga:
Lantas, apakah KUR BSI benar-benar bebas riba?
KUR BSI Menggunakan Akad Syariah
Dalam pembiayaannya, BSI menggunakan akad syariah yang berbeda dari sistem kredit berbunga.
Dua akad yang digunakan antara lain murabahah dan ijarah.
1. Murabahah atau Jual Beli
Murabahah merupakan akad jual beli.
Dalam skema ini, BSI membeli barang atau kebutuhan usaha yang diperlukan nasabah, kemudian menjualnya kembali dengan margin keuntungan yang telah disepakati sejak awal akad.
Dengan demikian, kewajiban pembayaran nasabah ditentukan berdasarkan harga jual dan margin yang telah disepakati dalam akad.
2. Ijarah atau Sewa
Selain murabahah, terdapat akad ijarah atau sewa.
Melalui akad ini, BSI menyewakan aset produktif kepada nasabah.
Selanjutnya, nasabah membayar biaya sewa sesuai nominal dan jangka waktu yang telah disepakati.
Dengan skema tersebut, pembiayaan tidak menggunakan bunga.
Besaran kewajiban dan jadwal pembayaran telah ditentukan berdasarkan akad, sehingga nasabah memiliki kepastian dalam mengatur keuangan dan mengembangkan usahanya.
Meski demikian, calon nasabah tetap perlu memahami akad, biaya, serta ketentuan KUR BSI sebelum mengajukan pembiayaan.
Tabel Angsuran KUR BSI 2026 Rp10 Juta-Rp50 Juta
Salah satu hal yang perlu diperhatikan calon nasabah adalah besaran angsuran berdasarkan plafon dan tenor pembiayaan.
Berikut tabel angsuran KUR BSI 2026 untuk plafon Rp10 juta hingga Rp50 juta dengan tenor 12 sampai 60 bulan berdasarkan data dalam materi ini:
Plafon Rp10 juta
12 bulan: Rp850.000
24 bulan: Rp433.333
36 bulan: Rp294.444
48 bulan: Rp225.000
60 bulan: Rp183.333
Plafon Rp20 juta
12 bulan: Rp1.700.000
24 bulan: Rp866.600
36 bulan: Rp588.800
48 bulan: Rp450.000
60 bulan: Rp366.600
Plafon Rp30 juta
12 bulan: Rp2.550.000
24 bulan: Rp1.300.000
36 bulan: Rp883.333
48 bulan: Rp675.000
60 bulan: Rp550.000
Plafon Rp40 juta
12 bulan: Rp3.400.000
24 bulan: Rp1.733.300
36 bulan: Rp1.177.700
48 bulan: Rp900.000
60 bulan: Rp733.300
Plafon Rp50 juta
12 bulan: Rp4.250.000
24 bulan: Rp2.166.000
36 bulan: Rp1.472.200
48 bulan: Rp1.125.500
60 bulan: Rp916.600
Catatan: angka angsuran di atas mengikuti data yang diberikan dalam materi.
Calon nasabah sebaiknya mengecek kembali simulasi resmi BSI karena besaran pembayaran dapat bergantung pada akad, ketentuan program, biaya, serta hasil pengajuan.
Syarat Pengajuan KUR BSI 2026
Pelaku usaha yang ingin mengajukan KUR BSI perlu memenuhi sejumlah persyaratan.
Beberapa ketentuan yang tercantum dalam materi tersebut antara lain:
- Individu atau perorangan yang menjalankan usaha produktif dan layak.
- Telah menjalankan usaha secara aktif minimal enam bulan.
- Belum pernah menerima pembiayaan modal kerja atau investasi komersial, dengan pengecualian pembiayaan tertentu sesuai ketentuan.
- Dapat sedang menerima pembiayaan secara bersamaan seperti KPR, KKP roda dua produktif, pembiayaan dengan jaminan SK pensiun, kartu kredit, pembiayaan Resi Gudang, dan pembiayaan konsumsi untuk keperluan rumah tangga.
- Memiliki kolektibilitas lancar.
- Menyiapkan dokumen administrasi seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), NPWP untuk plafon di atas Rp50 juta, serta surat izin usaha.
Persyaratan tersebut perlu diperiksa kembali oleh calon nasabah sebelum mengajukan pembiayaan karena ketentuan program dapat berubah.
Cara Mengajukan KUR BSI 2026
Pengajuan KUR BSI dapat dilakukan secara daring melalui layanan Salam Digital maupun secara langsung di kantor cabang BSI.
Untuk pengajuan secara daring, langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Buka website Salam Digital BSI.
- Tentukan jenis plafon yang diinginkan, kemudian pilih "Ajukan Sekarang".
- Lengkapi formulir pengajuan, mulai dari nama, NIK, hingga alamat email.
- Unggah dokumen persyaratan dan ikuti instruksi yang tersedia.
- Klik tombol "Ajukan" atau "Kirim", kemudian tunggu konfirmasi bahwa pengajuan telah diterima.
- BSI akan melakukan verifikasi data dan menghubungi calon nasabah untuk jadwal survei lokasi usaha, baik secara langsung maupun virtual.
- Jika pengajuan disetujui, nasabah akan diundang untuk menandatangani akad pembiayaan syariah.
- Setelah proses akad selesai, dana akan dicairkan ke rekening BSI.
Pelaku usaha juga dapat mengajukan KUR BSI secara langsung dengan mendatangi kantor cabang BSI terdekat dan membawa seluruh dokumen persyaratan.
Jadi, Apakah KUR BSI Bebas Riba?
KUR BSI dirancang menggunakan prinsip dan akad pembiayaan syariah, bukan sistem bunga seperti kredit pada bank konvensional.
Namun, istilah bebas riba sebaiknya dipahami berdasarkan struktur akad yang digunakan, bukan hanya karena tidak adanya istilah bunga.
Calon nasabah perlu membaca akad secara menyeluruh, termasuk harga atau margin, biaya, kewajiban pembayaran, denda jika ada, serta ketentuan lainnya sebelum menandatangani perjanjian.
Dengan memahami akad sejak awal, pelaku UMKM dapat mengetahui secara jelas bagaimana pembiayaan KUR BSI bekerja dan berapa kewajiban yang harus dibayarkan hingga pembiayaan selesai.* (di/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.