Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal perdagangan Selasa (15/9/2026). Hingga pukul 09.10 WIB, IHSG turun 53,23 poin atau 0,81% ke level 6.481.
Pergerakan IHSG tersebut sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia yang dibuka melemah. Beberapa indeks yang tertekan antara lain Straits Times Singapura, PSEi Filipina, KLCI Malaysia, Hang Seng Hong Kong, TW Weighted Index Taiwan, Topix Jepang, dan Shanghai Composite China.
Sementara itu, Nikkei 225 Jepang, KOSPI Korea Selatan, CSI 300 China, dan Shenzhen Composite China dibuka menguat.
Baca Juga:
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), setelah satu jam perdagangan berlangsung volume transaksi mencapai 10,79 miliar saham dengan nilai Rp4,78 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 633.040 kali.
Sebanyak 318 saham menguat, 283 saham melemah, dan 181 saham tidak mengalami perubahan.
Dari sisi sentimen domestik, pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara menjadi perhatian pelaku pasar. Sejumlah analis menilai pasar memberikan respons positif terhadap pergantian tersebut, tetapi investor kini menunggu langkah dan kebijakan awal Menkeu baru.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada arah pengelolaan fiskal dan upaya menjaga kredibilitas keuangan negara.
Secara teknikal, BRIDS melihat IHSG membentuk pola dragonfly doji setelah sempat menguji level support 6.390 dan bertahan di atas MA20 pada 6.545. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya technical rebound, meski momentum masih terbatas karena indikator MACD menunjukkan bearish crossover.
BRIDS memperkirakan IHSG berpeluang menguji resistance 6.585-6.605. Sementara level support berada di 6.390 dengan support berikutnya di 6.220.
Phintraco Sekuritas juga menilai pergantian Menteri Keuangan berpotensi membantu memulihkan kredibilitas dan konsistensi kebijakan fiskal. Kondisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kembali kepercayaan investor domestik maupun global terhadap perekonomian Indonesia.
Menurut Phintraco, apabila kepercayaan meningkat, arus modal masuk berpotensi menguat sehingga rupiah dapat lebih stabil, yield Surat Berharga Negara (SBN) menurun, dan IHSG bergerak lebih stabil.
Namun, dampak pergantian Menteri Keuangan dalam jangka pendek dinilai masih berpotensi membuat pasar bergerak fluktuatif. Dalam jangka panjang, investor akan menunggu realisasi kebijakan yang dijalankan Suahasil.
CGS International Sekuritas Indonesia menilai pelemahan bursa Wall Street menjadi salah satu sentimen negatif bagi pasar domestik. Di sisi lain, pergantian Menteri Keuangan diharapkan menjaga kredibilitas APBN, sementara kenaikan sejumlah harga komoditas dapat menjadi sentimen positif.
CGS memperkirakan IHSG bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.465-6.395 dan resistance 6.600-6.670.
Panin Sekuritas juga memproyeksikan IHSG berpotensi menguat meski pasar global masih dibayangi volatilitas tinggi. Investor masih mencermati kenaikan harga minyak dan potensi perubahan suku bunga The Fed.
Ekspektasi terhadap Menteri Keuangan baru dinilai dapat mendorong kebijakan fiskal yang lebih prudent serta membantu menjaga stabilitas nilai tukar dan yield obligasi.
Di tengah dinamika tersebut, sejumlah saham menjadi pilihan berbagai sekuritas. BRIDS merekomendasikan UNTR, COCO, dan BBNI. Phintraco memilih BMRI, BBNI, BBRI, TLKM, dan ASII.
Sementara CGS merekomendasikan BMRI, BBNI, ASII, DSNG, BRMS, dan AMMN. Panin Sekuritas memilih BNGA, CLEO, dan ANTM.
Selain sentimen domestik, pasar juga masih menghadapi tekanan dari faktor global. Perhatian investor tertuju pada rapat Federal Reserve Amerika Serikat yang hasilnya dijadwalkan diumumkan pada Kamis (17/9/2026) dini hari waktu Indonesia.
Pergerakan harga minyak, arah yield obligasi global, nilai tukar rupiah, serta perkembangan geopolitik juga akan menjadi faktor yang memengaruhi arah IHSG dalam perdagangan selanjutnya.* (bb/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.