BREAKING NEWS
Kamis, 17 September 2026

Usai Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diminta Segera Bereskan Kewajiban Pembiayaan Whoosh

Dharma - Rabu, 16 September 2026 21:54 WIB
Usai Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diminta Segera Bereskan Kewajiban Pembiayaan Whoosh
Whoosh. (foto: KCIC)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Ahmad Labib meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara segera memastikan penyelesaian kewajiban pembiayaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh.

Labib meminta penyelesaian kewajiban tersebut dilakukan secara transparan dan terukur serta tidak menimbulkan beban fiskal jangka panjang bagi negara.

ernyataan itu disampaikan setelah Suahasil mulai menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Baca Juga:

"Menkeu baru perlu segera memberikan kepastian mengenai skema penyelesaian kewajiban KCIC, termasuk perhitungan beban keuangan negara dan mekanisme pembayarannya. Yang penting, penyelesaiannya harus memiliki dasar hukum yang jelas dan tidak mengorbankan ruang fiskal untuk kebutuhan pembangunan lainnya," ujar Labib dalam siaran pers, Rabu (16/9/2026).

Menurut Labib, penyelesaian persoalan Whoosh tidak cukup hanya dengan mengatur atau mengalihkan kewajiban pembiayaan.

Pemerintah juga perlu menyiapkan strategi agar kinerja dan keberlanjutan proyek kereta cepat tersebut semakin kuat.

Ia mendorong pemerintah meningkatkan utilisasi penumpang, melakukan efisiensi operasional, mengintegrasikan Whoosh dengan kawasan ekonomi di sepanjang jalur, serta mengembangkan sumber pendapatan lainnya.

Langkah tersebut, menurut Labib, diperlukan agar keberadaan Whoosh dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

"Jangan sampai negara terus dibebani kewajiban pembiayaan, sementara potensi ekonomi dari konektivitas dan pengembangan kawasan di sekitar jalur kereta cepat belum dimaksimalkan," tuturnya.

Labib juga berharap Suahasil segera berkoordinasi dengan Danantara, BP BUMN, Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait lainnya.

Koordinasi itu diperlukan untuk menyusun peta jalan penyelesaian kewajiban KCIC secara jelas.

Persoalan kewajiban Whoosh juga sempat disinggung Purbaya setelah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Dalam prosesi serah terima jabatan dengan Suahasil Nazara pada Selasa (15/9/2026), Purbaya mengatakan dirinya tidak lagi menangani persoalan yang berkaitan dengan rencana pengalihan kepemilikan saham konsorsium BUMN di KCIC kepada Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan.

Ketika ditanya mengenai agenda serah terima saham tersebut, Purbaya menjawab:

"Kan gue bukan Menteri Keuangannya. Alhamdulillah selamat gue," kata Purbaya usai acara serah terima jabatan Menteri Keuangan Republik Indonesia di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (15/9/2026).

Agenda pengalihan saham KCIC kepada SMV Kementerian Keuangan sebelumnya disebut dijadwalkan pada Selasa (15/9/2026), bertepatan dengan hari pertama Suahasil memimpin Kementerian Keuangan.

Purbaya kemudian mengarahkan pertanyaan mengenai kelanjutan persoalan tersebut kepada Suahasil sebagai Menteri Keuangan yang baru.

Dengan pergantian Menteri Keuangan, penyelesaian kewajiban pembiayaan Whoosh kini menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian DPR.

Labib meminta pemerintah memastikan mekanisme penyelesaiannya memiliki dasar hukum yang jelas sekaligus mempertimbangkan kondisi keuangan negara.* (km/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ekspor Sapu Lidi Sumut Tembus Rp197 Miliar, Pakistan hingga China Jadi Pasar Utama
Dorong Kesejahteraan Petani, Bupati Batu Bara Jajaki Kerja Sama Pembibitan Hortikultura
Perubahan APBD 2026 Masuk Pembahasan, Wabup Batu Bara: Buah Pembangunan Harus Dapat Dinikmati Seluruh Masyarakat
Bupati Batu Bara Baharuddin Apresiasi Peran Karang Taruna dalam Pemberdayaan Masyarakat
Agung Endrawan Kembangkan Ruang Virtual, Tampung Masukan Masyarakat soal Informasi Pelayanan Publik
Prabowo Heran Dana Pemda Disimpan di Bank: Ke Mana Uang Itu?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru