Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
DELI SERDANG — Sapu lidi asal Sumatera Utara semakin diminati pasar Asia.
Nilai ekspor komoditas tersebut sepanjang 2026 hingga awal September telah mencapai Rp197 miliar.
Kepala Karantina Sumatera Utara N Prayatno Ginting mengatakan nilai tersebut merupakan akumulasi ekspor sapu lidi dari Januari hingga 5 September 2026.
Baca Juga:
"Nilai ekspor kita sampai September 2026 ini untuk sapu lidi itu Rp 197 miliar. Pasar paling besar itu Pakistan, Vietnam, dan China yang paling sering," ungkap Prayatno usai mengisi webinar di Deli Serdang, Rabu, 16 September 2026.
Menurut Prayatno, terdapat dua jenis lidi dari Sumatera Utara yang paling banyak diekspor.
Keduanya yakni lidi kelapa sawit dan lidi dari kelapa yang dibudidayakan.
"Biasanya digunakan untuk sarana upacara keagamaan seperti bahan baku dupa dan untuk kesehatan," ujarnya.
Prayatno mengatakan potensi ekspor lidi di Sumatera Utara cukup besar.
Sejumlah daerah yang menjadi sumber komoditas tersebut antara lain Deli Serdang, Langkat, Labuhanbatu, dan Asahan.
Namun, ekspor lidi tetap harus memenuhi standar operasional prosedur (SOP) kesehatan tumbuhan.
Salah satu persyaratannya adalah produk harus bebas dari hama dan penyakit tumbuhan.
"Kita spesifik syaratnya membebaskan hama penyakit yang ada di lidi jadi harus sesuai dengan SOP. Jadi begitu masyarakat mengikis daun dan lidinya, di situ proses untuk menghilangkan hama penyakitnya. Dan untuk pengeringan menggunakan pemanas alami tidak dilakukan dengan mesin, itu yang diinginkan pasar," ucapnya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.