Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Staf Ahli Gubernur Sumut Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan Sumber Daya Alam Parlindungan Pane mengatakan Sumatera Utara merupakan salah satu sentra pertumbuhan sawit terbesar. Kondisi tersebut turut memberikan potensi bahan baku lidi yang cukup besar.
Menurut Parlindungan, volume ekspor lidi Sumatera Utara menunjukkan perkembangan dari tahun ke tahun. Pada 2021, ekspor lidi tercatat sebanyak 16.192 ton.
Jumlah tersebut meningkat menjadi 28.538 ton pada 2023. Pada 2024, volume ekspor mencapai 23.447 ton, kemudian 26.700 ton pada 2025.
"Pasar ekspor mengalami kenaikan. Tahun 2026 kita melihat perkembangan ekspor lidi terbuka ke Tiongkok. Langkah ini membuka pintu perluasan pasar yang belum tergarap optimal," kata Parlindungan.
Selain memperluas pasar, peningkatan standar mutu juga menjadi perhatian.
Produk lidi yang akan masuk pasar internasional harus memenuhi kualitas yang dipersyaratkan pembeli.
"Rantai pasokan mulai terbentuk semakin luas dan beri peluang masyarakat untuk ekspor. Tentunya dalam perdagangan internasional kualitas adalah kunci utama, harga lidi sangat dipengaruhi kondisi produk. Lidi yang kering, bersih dan bebas jamur dan memiliki panjang sekitar 90 cm punya nilai jual tinggi bahkan bisa sampai Rp 4000 per kilogram, maka dari itu, standar mutu tidak boleh diabaikan," ucapnya.
Dengan potensi bahan baku yang tersedia di sejumlah daerah, ekspor lidi dinilai membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Sumatera Utara.
Penguatan kualitas dan pemenuhan standar kesehatan tumbuhan menjadi bagian penting agar komoditas tersebut mampu mempertahankan akses ke pasar internasional.* (d/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.