Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam turun pada perdagangan Selasa, 22 September 2026.
Harga emas Antam ukuran 1 gram dipatok Rp2.627.000 per gram.
Harga tersebut turun Rp1.000 dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.
Baca Juga:
Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback.
Antam menetapkan harga buyback sebesar Rp2.462.000 per gram, turun Rp1.000 dari harga pada Senin, 21 September 2026.
Berikut daftar harga emas batangan Logam Mulia Antam pada 22 September 2026:
0,5 gram: Rp1.363.500
1 gram: Rp2.627.000
2 gram: Rp5.194.000
3 gram: Rp7.766.000
5 gram: Rp12.910.000
10 gram: Rp25.765.000
25 gram: Rp64.287.000
50 gram: Rp128.495.000
100 gram: Rp256.912.000
250 gram: Rp642.015.000
500 gram: Rp1.283.820.000
1.000 gram: Rp2.567.600.000
Penurunan harga emas Antam terjadi di tengah pelemahan harga emas dunia.
Harga emas di pasar spot pada perdagangan sebelumnya ditutup di level US$4.368,9 per troy ons, turun 0,34 persen dibandingkan penutupan akhir pekan lalu.
Harga emas dunia sebelumnya sempat menguat selama dua hari berturut-turut dengan kenaikan hampir 3 persen.
Setelah kenaikan tersebut, aksi ambil untung atau profit taking menjadi salah satu faktor yang menekan harga emas.
Sentimen lain datang dari pernyataan pejabat Federal Reserve atau The Fed, bank sentral Amerika Serikat.
Gubernur The Fed Chicago Austan Goolsbee menyatakan bank sentral perlu memperhatikan gangguan pasokan yang terjadi secara berulang dan berlangsung dalam waktu lama.
Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan tekanan terhadap inflasi.
"Gangguan pasokan jadi makin sering, berdampak lebih signifikan, dan bertahan lebih lama. Begitu gangguan pasokan menyebabkan inflasi lebih persisten, maka logika melihat ke depan menjadi tidak masuk akal," tegasnya dalam sebuah acara di London (Inggris), seperti diberitakan Bloomberg News.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian pasar karena kebijakan suku bunga The Fed berpengaruh terhadap pergerakan berbagai aset, termasuk emas.
Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset.
Karena itu, ketika suku bunga berada pada tingkat tinggi, daya tarik emas bagi sebagian investor dapat berkurang dibandingkan aset yang memberikan imbal hasil.
Bagi masyarakat yang ingin membeli emas Antam, perubahan harga harian perlu diperhatikan karena harga emas dapat bergerak mengikuti kondisi pasar global, nilai tukar, serta sentimen ekonomi dan kebijakan moneter.
Harga buyback juga menjadi perhatian bagi pemilik emas yang ingin menjual kembali kepemilikannya kepada Antam.
Selisih antara harga beli dan harga buyback perlu diperhitungkan sebelum melakukan transaksi.* (bi/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.