BREAKING NEWS
Selasa, 22 September 2026

IHSG Dibuka Menguat 0,35 Persen ke 6.406,81, BBRI hingga PGAS Justru Melemah

Administrator - Selasa, 22 September 2026 09:36 WIB
IHSG Dibuka Menguat 0,35 Persen ke 6.406,81, BBRI hingga PGAS Justru Melemah
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 22 September 2026.

Sejumlah saham di jajaran LQ45, termasuk MEDC, ADMR, dan AMMN, tercatat bergerak di zona hijau pada awal perdagangan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.04 WIB, IHSG naik 0,35 persen ke level 6.406,81.

Baca Juga:

Dari ratusan saham yang diperdagangkan, sebanyak 317 saham menguat, 160 saham melemah, dan 486 saham lainnya stagnan.

Di jajaran saham LQ45, penguatan terbesar pada awal perdagangan dipimpin PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC). Saham MEDC naik 5,76 persen ke Rp1.560.

Selanjutnya, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) menguat 1,95 persen ke Rp1.565 dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 1,72 persen ke Rp4.740.

Penguatan juga terjadi pada PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) sebesar 1,67 persen ke Rp610, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) naik 1,65 persen ke Rp2.460, serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) menguat 1,61 persen ke Rp945.

Di sisi lain, sejumlah saham justru berada di zona merah pada awal perdagangan.

PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) turun 0,65 persen ke Rp3.060.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) melemah 0,67 persen ke Rp1.490, sedangkan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) turun 0,76 persen ke Rp1.305.

Tekanan juga terjadi pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang turun 1,21 persen ke Rp3.260.

Sementara itu, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) turun 0,10 persen ke Rp26.100 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melemah 0,55 persen ke Rp3.600.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Brigita Kinari mengatakan secara teknikal, IHSG pada perdagangan pekan lalu ditutup di level 6.441, berada di bawah level MA5 dan MA20.

Posisi MA5 secara teknikal disebut membentuk dead cross terhadap MA20.

Kondisi tersebut mengindikasikan adanya pelemahan dalam jangka pendek.

Meski demikian, IHSG masih bertahan di atas MA60.

Kondisi ini menunjukkan tren jangka menengah belum berbalik, sehingga koreksi yang terjadi saat ini masih dapat dibaca sebagai pullback.

Menurut Brigita, selama IHSG mampu bertahan di atas level 6.370, peluang technical rebound masih terbuka menuju area 6.541-6.581.

Sebaliknya, apabila level 6.370 ditembus, IHSG berisiko menguji area 6.200-6.279.

"Kami memperkirakan IHSG cenderung konsolidasi dengan tekanan jual yang masih dominan pada awal pekan. Support di 6.200—6.279,resistancedi 6.585—6.633," katanya dalam keterangan resminya, Senin (21/9/2026).


Pergerakan IHSG selanjutnya akan dipengaruhi oleh sentimen pasar serta perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter yang menjadi perhatian investor.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca membeli atau menjual saham.

Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Setiap keputusan investasi memiliki risiko dan menjadi tanggung jawab masing-masing investor.* (bi/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Terus Naik, Beras dan Minyak Goreng Stabil
Harga Emas Antam Turun Lagi 22 September 2026, Cek Daftar Lengkapnya!
Bupati Asahan Luncurkan ASTABRATA, Pengentasan Kemiskinan Berbasis Data
Jelang Beroperasi, 31 Koperasi Desa Merah Putih di Simalungun Jalani Verifikasi
Asap Erupsi Capai Medan, Warga Serbu Masker Hingga Harga Naik Jadi Rp 28 Ribu
Tembus Rp 70 Ribu/Kg dan Lampaui HET, Pemprov Sumut Siapkan Pasokan Cabai Merah Luar Daerah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru