BREAKING NEWS
Selasa, 22 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.887, Jadi Mata Uang Asia dengan Koreksi Terdalam

Administrator - Selasa, 22 September 2026 09:38 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.887, Jadi Mata Uang Asia dengan Koreksi Terdalam
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa, 22 September 2026.

Pergerakan rupiah berlangsung di tengah sikap pasar yang cenderung menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan pada Rabu, 23 September 2026.

Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, rupiah melemah 0,22 persen atau turun 40 poin ke level Rp17.887 per dolar AS.

Baca Juga:

Pelemahan tersebut membuat rupiah menjadi mata uang yang mengalami koreksi paling dalam di kawasan Asia pada awal perdagangan.

Yen Jepang melemah 0,10 persen terhadap dolar AS.

Yuan Cina turun 0,03 persen, baht Thailand melemah 0,02 persen, sedangkan dolar Singapura turun 0,02 persen.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru menguat. Won Korea Selatan menguat 1,04 persen terhadap dolar AS.

Dolar Taiwan juga naik 0,20 persen, peso Filipina menguat 0,12 persen, rupee India naik 0,06 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,01 persen.

Sementara dolar Hong Kong cenderung stagnan.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.

Tekanan terhadap rupiah salah satunya berasal dari pernyataan hawkish pejabat bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed, Austan Goolsbee.

Pernyataan tersebut meningkatkan ekspektasi pasar bahwa suku bunga acuan Amerika Serikat akan tetap berada pada level tinggi dalam waktu yang lebih lama atau higher for longer.

Kondisi tersebut dapat menjadi tekanan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, karena investor mempertimbangkan tingkat imbal hasil aset dalam dolar AS.

Dari dalam negeri, pasar juga menunggu keputusan RDG BI pada Rabu, 23 September 2026.

Keputusan BI mengenai arah suku bunga acuan menjadi salah satu perhatian pelaku pasar karena kebijakan tersebut dapat memengaruhi daya tarik aset berdenominasi rupiah.

Keputusan BI yang diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan dinilai membatasi ruang penguatan rupiah.

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini masih akan berada dalam rentang yang relatif terbatas.

"Di tengah kondisi pergerakan mata uang Asia yang umumnya terpantau datar hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.800 – Rp17.900 per dolar AS," ujar Lukman, Selasa (22/3/2026).

Pergerakan rupiah selanjutnya akan mencermati keputusan BI, arah kebijakan suku bunga The Fed, serta perkembangan mata uang negara-negara Asia.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka Menguat 0,35 Persen ke 6.406,81, BBRI hingga PGAS Justru Melemah
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Terus Naik, Beras dan Minyak Goreng Stabil
Harga Emas Antam Turun Lagi 22 September 2026, Cek Daftar Lengkapnya!
Rupiah Dibuka Merah Hari Ini, Analis Prediksi Bisa Tembus Rp18.000 per Dolar AS
IHSG Dibuka Melemah 0,48 Persen, Saham EXCL hingga MBMA Masuk Zona Merah
Harga Pangan Naik Hari Ini, Cabai Rawit Merah Tembus Rp96 Ribu per Kg!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru