BREAKING NEWS
Sabtu, 03 Oktober 2026

APBN 2027 Tembus Rp4.000 Triliun, Ekonom Ungkap Alasan Pemerintah Naikkan Belanja

Administrator - Sabtu, 03 Oktober 2026 17:37 WIB
APBN 2027 Tembus Rp4.000 Triliun, Ekonom Ungkap Alasan Pemerintah Naikkan Belanja
Ketua DPR Puan Maharani menerima berkas pendapat akhir dari Menteri Keuangan Suahasil Nazara pada Rapat Paripurna DPR RI ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027, Selasa (29/9/2026). (foto: Antara/Asprilla Dwi Adha)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 disepakati menjadi salah satu anggaran terbesar dalam sejarah Indonesia.

Belanja negara dipatok sekitar Rp4.000 triliun, dengan pendapatan negara sekitar Rp3.500 triliun dan defisit sebesar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Besarnya anggaran tersebut memunculkan pertanyaan mengenai alasan pemerintah meningkatkan belanja negara serta kemampuan penerimaan negara untuk menopang kebutuhan tersebut.

Baca Juga:

Ekonom Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) sekaligus Koordinator Wilayah Tengah Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Lukman Hakim, mengatakan kenaikan anggaran tidak terlepas dari arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Lukman, pemerintah saat ini menggunakan pendekatan big push atau dorongan besar untuk menggerakkan perekonomian.

"Pendekatan yang dipakai oleh Pak Prabowo ini kan big push. Pendekatan yang juga dipakai oleh Soemitro. Dalam Soemitro economics itu yang paling terkenal adalah big push, dorongan besar," kata Lukman, Sabtu (3/10/2026).

Lukman menjelaskan pendekatan big push membuat pemerintah mengambil peran yang lebih besar dalam upaya mengatasi ketidakseimbangan ekonomi.

Konsekuensinya, kebutuhan belanja negara ikut meningkat.

Meski demikian, dia menilai besaran belanja tersebut masih dapat dilihat dari sisi defisit APBN.

Defisit APBN 2027 sebesar 2,4 persen terhadap PDB masih berada di bawah batas maksimal 3 persen yang diatur dalam undang-undang.

Angka tersebut juga relatif berada pada kisaran defisit APBN dalam beberapa tahun sebelumnya.

"Artinya dengan hitungan begitu, memang pemerintah yakin bisa mencukupi, utangnya enggak banyak, hanya sekitar 2,4 persen dari PDB," ujarnya.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rico Waas Sapa Warga Beringin, Bahas Solusi Banjir hingga Rencana 10.000 CCTV di Medan
Rocky Gerung Ungkap Peran Wantimpres: Olah Persepsi Publik agar Sejalan dengan Presiden
Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Mungkinkah Jadi "Good Boy"?
Wantimpres dan Bisikan di Balik Pintu Istana
Ini Daftar 19 Kapolda yang Diganti Kapolri Suyudi: Sonny Irawan Pimpin Polda Sumut, Whisnu Hermawan Jadi Wairwasum
Masuk Lingkaran Istana, Sikap Kritis Rocky Gerung Disorot Tajam Kader PSI Sentil Wajah Asli Politik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru