Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Sementara itu, area koreksi terdekat berada di kisaran 6.118-6.141.
"Namun demikian, pada label merah IHSG akan menguji area 6.342-6.430 sekaligus cluster MA20 dan MA60," tulis riset harian, Kamis (8/10/2026).
Adapun level support IHSG diproyeksikan berada di 6.091 dan 5.973. Sementara level resistance berada pada rentang 6.297 dan 6.376.
Dari sisi fundamental, pergerakan pasar saham juga masih dibayangi kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).
The Fed diperkirakan masih memiliki peluang mengetatkan kebijakan moneter hingga akhir 2026.
Dalam risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) September 2026, bank sentral AS membuka peluang kenaikan suku bunga acuan sebelum akhir tahun.
BRI Danareksa Sekuritas mencatat mayoritas pejabat Federal Reserve menilai kenaikan Federal Funds Rate (FFR) tambahan masih tepat dilakukan sebelum akhir 2026 untuk merespons inflasi yang masih berada di atas target.
Meski demikian, risalah rapat tersebut belum memberikan kepastian mengenai kapan kenaikan suku bunga berikutnya akan dilakukan.
"Dari 18 pejabat The Fed dalam proyeksi September, sebanyak 16 pejabat memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga masih akan terjadi pada tahun ini. Rapat FOMC berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober dan 9 Desember 2026," papar tim analis BRIDS, Kamis (8/10/2026).
Kebijakan suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor karena dapat memengaruhi arus modal, nilai tukar, serta sentimen pasar saham di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global, kebijakan moneter Amerika Serikat, serta kinerja saham-saham berkapitalisasi besar di dalam negeri.
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.