Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026.
Sejumlah saham unggulan seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), hingga PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) bergerak di zona merah pada awal perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.02 WIB, IHSG turun 0,04 persen ke level 6.144,17.
Baca Juga:
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 208 saham menguat, 243 saham melemah, sementara 512 saham bergerak stagnan.
Di jajaran saham LQ45, pelemahan terbesar dipimpin AADI yang turun 2,07 persen menjadi Rp11.850 per saham.
Selanjutnya MAPI melemah 1,61 persen ke Rp1.525 dan ANTM turun 1,55 persen ke level Rp3.180.
Pelemahan juga terjadi pada PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) sebesar 1 persen menjadi Rp1.485, PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) turun 0,89 persen ke Rp3.350, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang terkoreksi 0,73 persen menjadi Rp4.070.
Di sisi lain, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) naik 1,22 persen ke Rp1.240, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) menguat 1,12 persen ke Rp362, dan PT Astra International Tbk. (ASII) naik 1,05 persen ke Rp4.830.
Penguatan juga terjadi pada PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) sebesar 0,85 persen menjadi Rp590, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) naik 0,67 persen ke Rp1.505, serta PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang menguat 0,63 persen ke Rp1.600.
Tim Analis MNC Sekuritas memperkirakan IHSG saat ini berada pada bagian dari wave c dari wave (y) pada label hitam.
Area penguatan IHSG diperkirakan akan menguji gap pada level 6.227-6.231.
Sementara itu, area koreksi terdekat berada di kisaran 6.118-6.141.
"Namun demikian, pada label merah IHSG akan menguji area 6.342-6.430 sekaligus cluster MA20 dan MA60," tulis riset harian, Kamis (8/10/2026).
Adapun level support IHSG diproyeksikan berada di 6.091 dan 5.973. Sementara level resistance berada pada rentang 6.297 dan 6.376.
Dari sisi fundamental, pergerakan pasar saham juga masih dibayangi kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).
The Fed diperkirakan masih memiliki peluang mengetatkan kebijakan moneter hingga akhir 2026.
Dalam risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) September 2026, bank sentral AS membuka peluang kenaikan suku bunga acuan sebelum akhir tahun.
BRI Danareksa Sekuritas mencatat mayoritas pejabat Federal Reserve menilai kenaikan Federal Funds Rate (FFR) tambahan masih tepat dilakukan sebelum akhir 2026 untuk merespons inflasi yang masih berada di atas target.
Meski demikian, risalah rapat tersebut belum memberikan kepastian mengenai kapan kenaikan suku bunga berikutnya akan dilakukan.
"Dari 18 pejabat The Fed dalam proyeksi September, sebanyak 16 pejabat memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga masih akan terjadi pada tahun ini. Rapat FOMC berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober dan 9 Desember 2026," papar tim analis BRIDS, Kamis (8/10/2026).
Kebijakan suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor karena dapat memengaruhi arus modal, nilai tukar, serta sentimen pasar saham di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global, kebijakan moneter Amerika Serikat, serta kinerja saham-saham berkapitalisasi besar di dalam negeri.
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Risiko kerugian maupun potensi keuntungan dari keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.