BREAKING NEWS
Rabu, 14 Oktober 2026

Nilai Tukar Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp 17.905 Per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Nurul - Rabu, 14 Oktober 2026 10:45 WIB
Nilai Tukar Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp 17.905 Per Dolar AS, Ini Penyebabnya
ilustrasi - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis pada perdagangan Rabu (14/10/2026). (Foto: tangselpos)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis pada perdagangan Rabu (14/10/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah turun 5 poin atau 0,03% ke level Rp17.905 per dolar AS.

Pelemahan tersebut terjadi setelah rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (13/10/2026). Saat itu, rupiah naik 0,07% ke posisi Rp17.900 per dolar AS.

Analis Pasar Uang MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan pergerakan rupiah secara teknikal masih berada dalam fase konsolidasi dalam jangka pendek.

Baca Juga:

"Hari ini dari sisi teknikal pergerakan rupiah terhadap dolar AS masih di fase konsolidasi dalam jangka pendek," kata Herditya, Rabu (14/10/2026).

Menurut Herditya, pergerakan rupiah diperkirakan masih terbatas pada rentang Rp17.836 hingga Rp17.954 per dolar AS. Pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah rilis data ekonomi yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang.

Salah satu perhatian pasar adalah rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Rabu malam. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang dicermati investor untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

"Di sisi lain, indeks dolar AS juga masih tertekan selama dua hari belakangan ini," ujar Herditya.

Indeks dolar AS tercatat berada di kisaran 102,16 hingga 102,20. Pergerakannya melemah dibandingkan hari sebelumnya.

Perkembangan indeks dolar menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar karena dapat memengaruhi daya tarik mata uang AS terhadap mata uang negara lain, termasuk rupiah.

Selain data inflasi, pelaku pasar juga mencermati perkembangan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia dan obligasi pemerintah AS atau US Treasury.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Jessica Tasijawa, menyebut imbal hasil SBN relatif stabil. Imbal hasil SBN tenor 10 tahun berada di level 7,19%, sedangkan tenor dua tahun tercatat sebesar 6,78%.

Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun 5 basis poin ke level 5,19%.

"Stabilnya imbal hasil SBN seiring turunnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun 5 basis poin ke level 5,19 persen," kata Jessica.

Menurutnya, selisih imbal hasil atau spread antara SBN dan obligasi AS tenor 10 tahun melebar menjadi 200,1 basis poin. Pelebaran selisih tersebut meningkatkan daya tarik relatif obligasi domestik di tengah risiko suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.

Pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi perkembangan data ekonomi, arah indeks dolar AS, serta perubahan imbal hasil obligasi. Karena itu, pelaku pasar masih mencermati berbagai indikator tersebut untuk melihat arah nilai tukar rupiah dalam perdagangan berikutnya.* (ri/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Nilai Tukar Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp 17.939 per Dolar AS
Kurs Rupiah Hari Ini 12 Oktober 2026: Dolar AS Melemah Tipis ke Rp 17.883
Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp 17.899 per Dolar AS, Simak Pemicunya
Rupiah Menguat ke Rp17.900 per Dolar AS, Bagaimana Peluang Pergerakannya Sepanjang Hari Ini?
Rupiah Ditutup Melemah 28 Poin ke Level Rp 17.915 per Dolar AS pada 8 Oktober 2026
Rupiah Kembali Menguat, Tembus Rp17.861 per Dolar AS pada Kamis Pagi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru