BREAKING NEWS
Sabtu, 24 Oktober 2026

IHSG Melonjak 4,90 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp9.583 Triliun

Administrator - Sabtu, 24 Oktober 2026 10:12 WIB
IHSG Melonjak 4,90 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp9.583 Triliun
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,90 persen sepanjang perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19–23 Oktober 2026.

Penguatan ini diikuti kenaikan nilai transaksi harian dan kapitalisasi pasar, meskipun investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih.

Sekretaris Perusahaan BEI Elsierrа Putri Yosita mengatakan IHSG ditutup pada level 5.439,258 pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Baca Juga:

Angka tersebut naik dari posisi penutupan akhir pekan sebelumnya yang berada di level 5.185,105.

Sejalan dengan penguatan indeks, kapitalisasi pasar BEI meningkat 4,66 persen menjadi Rp9.583 triliun.

Pada pekan sebelumnya, nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp9.157 triliun.

"Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian, yang naik 25,42% menjadi Rp20,34 triliun dari Rp16,22 triliun pada pekan sebelumnya," ujar Elsierrа dalam keterangan resmi BEI, dikutip pada Sabtu (24/10/2026).

Selain nilai transaksi, aktivitas perdagangan saham juga menunjukkan peningkatan dari sisi frekuensi.

Rata-rata frekuensi transaksi harian naik 13,80 persen menjadi 1,95 juta kali transaksi, dibandingkan dengan 1,72 juta kali pada pekan sebelumnya.

Namun, kenaikan tersebut tidak diikuti peningkatan volume perdagangan.

Rata-rata volume transaksi harian justru turun 9,39 persen menjadi 39,96 miliar saham, dari sebelumnya 44,10 miliar saham.

Perbedaan pergerakan nilai, frekuensi, dan volume transaksi menunjukkan bahwa aktivitas pasar saham tidak hanya dapat dilihat dari satu indikator.

Meski nilai transaksi meningkat, jumlah saham yang diperdagangkan selama periode tersebut mengalami penurunan.

Di tengah penguatan IHSG, investor asing masih melakukan aksi jual bersih atau net sell di pasar saham Indonesia.

Pada perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026, investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,28 triliun.

Sementara itu, secara kumulatif sepanjang 2026 hingga periode pelaporan, nilai jual bersih investor asing mencapai Rp94,87 triliun.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa penguatan indeks selama sepekan berlangsung bersamaan dengan masih besarnya tekanan jual dari investor asing.

Meski demikian, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh transaksi investor domestik dan berbagai faktor lain yang memengaruhi harga saham.

Selain mencatat perkembangan perdagangan, BEI melakukan sejumlah penyesuaian kebijakan pasar modal sepanjang pekan ini.

Salah satunya adalah perubahan ketentuan batas Auto Rejection Bawah (ARB).

BEI menyesuaikan batas ARB untuk saham dengan rentang harga Rp11 hingga Rp14 menjadi Rp1 per saham, dari ketentuan sebelumnya sebesar 7 persen.

Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Selasa, 20 Oktober 2026, setelah bursa mengevaluasi penerapan ARB asimetris sebesar 7 persen yang dimulai pada 19 Oktober 2026.

Ketentuan ini berlaku hingga 31 Desember 2026 untuk saham yang tercatat di Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru.

Sementara itu, saham di Papan Akselerasi dan Papan Pemantauan Khusus tetap mengikuti ketentuan ARB masing-masing.

BEI menyatakan kebijakan tersebut akan dievaluasi secara berkala untuk menentukan keberlanjutannya dengan tetap memperhatikan pembentukan harga yang lebih baik.


BEI juga mengumumkan perubahan kriteria evaluasi IHSG pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Ketentuan baru tersebut dijadwalkan berlaku efektif mulai Senin, 2 November 2026.

Dalam aturan terbaru, saham yang tercatat di Papan Akselerasi dan saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) tidak lagi menjadi bagian dari seleksi konstituen IHSG.

HSC merupakan kategori yang berkaitan dengan konsentrasi kepemilikan saham pada pihak-pihak tertentu.

Penyesuaian kriteria tersebut menjadi bagian dari upaya bursa memperbaiki kualitas saham yang masuk dalam perhitungan indeks.

"Penyesuaian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas representasi IHSG terhadap kondisi pasar saham Indonesia serta menyediakan informasi yang lebih memadai bagi investor dalam mengambil keputusan investasi," sebut Elsierrа dalam keterangan resmi BEI.

Perubahan tersebut diharapkan dapat membuat IHSG lebih representatif dalam menggambarkan kondisi pasar saham Indonesia.

Bagi investor, perubahan kriteria indeks dan kebijakan perdagangan menjadi informasi penting yang perlu diperhatikan dalam menilai perkembangan pasar.

Meski IHSG menguat sepanjang pekan, investor tetap perlu mempertimbangkan berbagai indikator, termasuk pergerakan harga saham, volume transaksi, arus dana asing, serta perubahan regulasi bursa sebelum mengambil keputusan investasi.

* (bi/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kisah Tukang Botot di Medan, Berjuang Kuliahkan Anak hingga Terbantu Program Pemko
IHSG Tutup Perdagangan Pekan Ini di Zona Hijau, Menguat 0,95 Persen ke Level 5.439
Hashim Sebut Ada Pihak Asing Tak Suka Indonesia Swasembada Energi
Rupiah Dibuka Loyo! Dolar AS Bertengger di Rp18.071, Ini Pemicunya
iPhone Duo Tembus Rp76 Juta di Indonesia, Antrean Panjang Mengular meski Harga Selangit
Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Saat Tepat Beli atau Sebaiknya Menunggu?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru