Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Penghasilan yang tidak menentu tak menyurutkan perjuangan Zulkifli Nasution untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anaknya.
Sehari-hari, pria yang bekerja sebagai tukang botot atau pencari barang rongsokan di Medan itu mengandalkan hasil mengumpulkan barang bekas untuk menyambung hidup.
Di tengah keterbatasan ekonomi, biaya pendidikan tinggi menjadi salah satu beban yang harus dipikirkan Zulkifli.
Baca Juga:
Karena itu, bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah Kota Medan menjadi dukungan berarti bagi keluarganya agar anaknya tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
"Dengan adanya bantuan ini, sangat membantulah kami yang masyarakat menengah ke bawah. Kalau enggak ada ini, sudah tersengap-sengap bahasa kasarnya," ungkap Zulkifli penuh haru.
Bantuan tersebut diserahkan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Hotel Grand Kanaya, Jumat, 23 Oktober 2026.
Program ini ditujukan untuk membantu mahasiswa dari keluarga prasejahtera memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi orang tua.
Bagi keluarga dengan penghasilan terbatas, dukungan biaya kuliah dapat menjadi penopang agar mahasiswa tetap bisa belajar tanpa terlalu dibebani persoalan keuangan keluarga.
Manfaat program bantuan biaya pendidikan itu juga dirasakan Maisyarah, warga Kecamatan Medan Timur.
Anaknya, Norah Hanifa, saat ini menempuh semester V Program Studi Manajemen Dakwah di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).
Maisyarah mengaku bahagia karena bantuan pendidikan yang telah lama diharapkannya akhirnya terealisasi.
Menurut dia, dana tersebut sangat membantu, terutama untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) anaknya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.