BREAKING NEWS
Sabtu, 24 Oktober 2026

Kisah Tukang Botot di Medan, Berjuang Kuliahkan Anak hingga Terbantu Program Pemko

Abyadi Siregar - Sabtu, 24 Oktober 2026 08:48 WIB
Kisah Tukang Botot di Medan, Berjuang Kuliahkan Anak hingga Terbantu Program Pemko
Zulkifli Nasution dan anaknya, penerima bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah Kota Medan. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Penghasilan yang tidak menentu tak menyurutkan perjuangan Zulkifli Nasution untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anaknya.

Sehari-hari, pria yang bekerja sebagai tukang botot atau pencari barang rongsokan di Medan itu mengandalkan hasil mengumpulkan barang bekas untuk menyambung hidup.

Di tengah keterbatasan ekonomi, biaya pendidikan tinggi menjadi salah satu beban yang harus dipikirkan Zulkifli.

Baca Juga:

Karena itu, bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah Kota Medan menjadi dukungan berarti bagi keluarganya agar anaknya tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.

"Dengan adanya bantuan ini, sangat membantulah kami yang masyarakat menengah ke bawah. Kalau enggak ada ini, sudah tersengap-sengap bahasa kasarnya," ungkap Zulkifli penuh haru.

Bantuan tersebut diserahkan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Hotel Grand Kanaya, Jumat, 23 Oktober 2026.

Program ini ditujukan untuk membantu mahasiswa dari keluarga prasejahtera memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi orang tua.

Bagi keluarga dengan penghasilan terbatas, dukungan biaya kuliah dapat menjadi penopang agar mahasiswa tetap bisa belajar tanpa terlalu dibebani persoalan keuangan keluarga.

Manfaat program bantuan biaya pendidikan itu juga dirasakan Maisyarah, warga Kecamatan Medan Timur.

Anaknya, Norah Hanifa, saat ini menempuh semester V Program Studi Manajemen Dakwah di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).

Maisyarah mengaku bahagia karena bantuan pendidikan yang telah lama diharapkannya akhirnya terealisasi.

Menurut dia, dana tersebut sangat membantu, terutama untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) anaknya.

"Saya pribadi merasa sangat senang menerima bantuan ini. Tidak bisa terbilanglah senangnya. Bantuan ini sangat membantu, terutama untuk membayar uang UKT anak," ungkap Maisyarah.

Ia menilai program bantuan pendidikan Pemerintah Kota Medan memberikan manfaat nyata bagi keluarga yang membutuhkan.

Karena itu, Maisyarah berharap pemerintah dapat menambah kuota penerima agar lebih banyak mahasiswa memperoleh kesempatan menyelesaikan pendidikan tinggi.

Selain bantuan biaya kuliah, ia juga berharap pemerintah mempertimbangkan dukungan fasilitas pembelajaran, seperti laptop atau tablet.

Menurutnya, perangkat tersebut dibutuhkan mahasiswa untuk mengerjakan tugas dan menunjang kegiatan perkuliahan.

Harapan itu menunjukkan bahwa kebutuhan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan pembayaran kuliah.

Perangkat pendukung pembelajaran juga menjadi bagian penting dalam menunjang proses pendidikan, terutama bagi mahasiswa dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas.

Penerima bantuan lainnya, Afriza Yenni Nasution, mahasiswa Program Studi Perbandingan Mazhab, Fakultas Syariah dan Hukum UINSU, juga menyampaikan apresiasinya.

Ia menerima bantuan biaya pendidikan melalui Dinas Sosial Kota Medan.

Afriza mengaku bangga terpilih sebagai penerima program tersebut.

Menurut dia, kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penentuan penerima bantuan, selain prestasi akademik.

"Harapan saya, semoga program ini terus berjalan ke depannya dan bisa membantu kawan-kawan mahasiswa lainnya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi," ujarnya.

Bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera, bantuan biaya pendidikan dapat membantu menjaga keberlanjutan kuliah ketika keluarga menghadapi keterbatasan keuangan.

Program ini juga diharapkan membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan bantuan biaya pendidikan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk mendorong mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi.

Ia berharap para penerima bantuan dapat meraih pekerjaan yang layak dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Rico meminta mahasiswa memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk menunjang kebutuhan pendidikan dan semakin giat menuntut ilmu.

"Ini dari masyarakat untuk masyarakat. Dana yang kita kumpulkan dari pajak masyarakat dikembalikan lagi kepada masyarakat," tegas Rico Waas.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa program bantuan pendidikan merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana publik untuk mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan dukungan agar anak-anaknya dapat melanjutkan pendidikan.

Pemerintah Kota Medan menyalurkan bantuan biaya pendidikan Tahun Anggaran 2026 kepada 214 mahasiswa dari keluarga prasejahtera.

Penyaluran dilakukan melalui Dinas Sosial Kota Medan dengan besaran bantuan bervariasi, maksimal Rp 6 juta per mahasiswa setiap semester.

Penerima bantuan berasal dari keluarga dalam kategori Desil 1 hingga Desil 5.

Kategori desil digunakan untuk mengelompokkan tingkat kesejahteraan rumah tangga, mulai dari kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah hingga kelompok yang relatif lebih tinggi dalam cakupan data tersebut.

Program ini juga menetapkan persyaratan prestasi akademik berupa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) dan minimal 3,25 bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS).

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus membantu mahasiswa mempertahankan keberlanjutan studi.

Bagi keluarga seperti Zulkifli Nasution, dukungan pemerintah menjadi bagian penting dari perjuangan agar keterbatasan ekonomi tidak memutus harapan anak untuk meraih pendidikan tinggi.

Di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan, bantuan biaya pendidikan bukan sekadar dukungan finansial.

Program ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera untuk menyelesaikan kuliah, meningkatkan peluang kerja, dan membangun masa depan yang lebih baik.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Samuel F. Silaen: Jangan Salahkan Aturan saat Menghadapi Masalah, Evaluasi Akar Persoalannya
PHSS Gelar Mini Soccer Bersama Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar, Perkuat Kemitraan Daerah
Hadir Secara Virtual, Wawali Medan Simak Paparan Kapolri Soal Pengungkapan 1,16 Ton Ketamin
Goyang Syarat Pendidikan Gibran! Bonatua Silalahi Bawa Bukti Baru UTS Insearch Lapor ke Bawaslu
Ngaku 3 Hari Tak Makan! Terduga Maling di Medan Batal Dimassa dan Malah Diberi Makan Warga
BBMKG Wilayah I Medan Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk 33 Kabupaten/Kota di Sumut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru