Bingung Malam Minggu ke Mana? Ini 5 Kafe Rooftop di Medan dengan Pemandangan City Light yang Memukau
MEDAN Malam Minggu menjadi waktu favorit bagi banyak anak muda untuk berkumpul bersama teman, pasangan, atau keluarga. Selain menikmati
PARIWISATA
MEDAN — Penghasilan yang tidak menentu tak menyurutkan perjuangan Zulkifli Nasution untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anaknya.
Sehari-hari, pria yang bekerja sebagai tukang botot atau pencari barang rongsokan di Medan itu mengandalkan hasil mengumpulkan barang bekas untuk menyambung hidup.
Di tengah keterbatasan ekonomi, biaya pendidikan tinggi menjadi salah satu beban yang harus dipikirkan Zulkifli.Baca Juga:
Karena itu, bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah Kota Medan menjadi dukungan berarti bagi keluarganya agar anaknya tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
"Dengan adanya bantuan ini, sangat membantulah kami yang masyarakat menengah ke bawah. Kalau enggak ada ini, sudah tersengap-sengap bahasa kasarnya," ungkap Zulkifli penuh haru.
Bantuan tersebut diserahkan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Hotel Grand Kanaya, Jumat, 23 Oktober 2026.
Program ini ditujukan untuk membantu mahasiswa dari keluarga prasejahtera memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi orang tua.
Bagi keluarga dengan penghasilan terbatas, dukungan biaya kuliah dapat menjadi penopang agar mahasiswa tetap bisa belajar tanpa terlalu dibebani persoalan keuangan keluarga.
Manfaat program bantuan biaya pendidikan itu juga dirasakan Maisyarah, warga Kecamatan Medan Timur.
Anaknya, Norah Hanifa, saat ini menempuh semester V Program Studi Manajemen Dakwah di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).
Maisyarah mengaku bahagia karena bantuan pendidikan yang telah lama diharapkannya akhirnya terealisasi.
Menurut dia, dana tersebut sangat membantu, terutama untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) anaknya.
"Saya pribadi merasa sangat senang menerima bantuan ini. Tidak bisa terbilanglah senangnya. Bantuan ini sangat membantu, terutama untuk membayar uang UKT anak," ungkap Maisyarah.
Ia menilai program bantuan pendidikan Pemerintah Kota Medan memberikan manfaat nyata bagi keluarga yang membutuhkan.
Karena itu, Maisyarah berharap pemerintah dapat menambah kuota penerima agar lebih banyak mahasiswa memperoleh kesempatan menyelesaikan pendidikan tinggi.
Selain bantuan biaya kuliah, ia juga berharap pemerintah mempertimbangkan dukungan fasilitas pembelajaran, seperti laptop atau tablet.
Menurutnya, perangkat tersebut dibutuhkan mahasiswa untuk mengerjakan tugas dan menunjang kegiatan perkuliahan.
Harapan itu menunjukkan bahwa kebutuhan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan pembayaran kuliah.
Perangkat pendukung pembelajaran juga menjadi bagian penting dalam menunjang proses pendidikan, terutama bagi mahasiswa dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas.
Penerima bantuan lainnya, Afriza Yenni Nasution, mahasiswa Program Studi Perbandingan Mazhab, Fakultas Syariah dan Hukum UINSU, juga menyampaikan apresiasinya.
Ia menerima bantuan biaya pendidikan melalui Dinas Sosial Kota Medan.
Afriza mengaku bangga terpilih sebagai penerima program tersebut.
Menurut dia, kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penentuan penerima bantuan, selain prestasi akademik.
"Harapan saya, semoga program ini terus berjalan ke depannya dan bisa membantu kawan-kawan mahasiswa lainnya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi," ujarnya.
Bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera, bantuan biaya pendidikan dapat membantu menjaga keberlanjutan kuliah ketika keluarga menghadapi keterbatasan keuangan.
Program ini juga diharapkan membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan bantuan biaya pendidikan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk mendorong mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi.
Ia berharap para penerima bantuan dapat meraih pekerjaan yang layak dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Rico meminta mahasiswa memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk menunjang kebutuhan pendidikan dan semakin giat menuntut ilmu.
"Ini dari masyarakat untuk masyarakat. Dana yang kita kumpulkan dari pajak masyarakat dikembalikan lagi kepada masyarakat," tegas Rico Waas.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa program bantuan pendidikan merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana publik untuk mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan dukungan agar anak-anaknya dapat melanjutkan pendidikan.
Pemerintah Kota Medan menyalurkan bantuan biaya pendidikan Tahun Anggaran 2026 kepada 214 mahasiswa dari keluarga prasejahtera.
Penyaluran dilakukan melalui Dinas Sosial Kota Medan dengan besaran bantuan bervariasi, maksimal Rp 6 juta per mahasiswa setiap semester.
Penerima bantuan berasal dari keluarga dalam kategori Desil 1 hingga Desil 5.
Kategori desil digunakan untuk mengelompokkan tingkat kesejahteraan rumah tangga, mulai dari kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah hingga kelompok yang relatif lebih tinggi dalam cakupan data tersebut.
Program ini juga menetapkan persyaratan prestasi akademik berupa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) dan minimal 3,25 bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS).
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus membantu mahasiswa mempertahankan keberlanjutan studi.
Bagi keluarga seperti Zulkifli Nasution, dukungan pemerintah menjadi bagian penting dari perjuangan agar keterbatasan ekonomi tidak memutus harapan anak untuk meraih pendidikan tinggi.
Di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan, bantuan biaya pendidikan bukan sekadar dukungan finansial.
Program ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera untuk menyelesaikan kuliah, meningkatkan peluang kerja, dan membangun masa depan yang lebih baik.* (ad)
MEDAN Malam Minggu menjadi waktu favorit bagi banyak anak muda untuk berkumpul bersama teman, pasangan, atau keluarga. Selain menikmati
PARIWISATA
MEDAN Polda Sumatera Utara menegaskan anggota DPRD Sumut, Dhody Thahir, masih berstatus tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen.
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta Dinas Pendidikan Sumatera Utara menyiapkan tes khusus untuk penerimaan siswa SMA ne
PENDIDIKAN
DELI SERDANG Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menganggarkan Rp 1,7 miliar untuk membangun gapura di perbatasan wilayahnya dengan Kota B
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Alexander Sinulingga memastikan pengakuan ij
PENDIDIKAN
MEDAN Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, menegaskan bahwa kritik mahasiswa terhadap pemerintah harus disamp
NASIONAL
MEDAN Kalian pernah enggak melihat perempuan Batak membawa wadah anyaman berisi beras di atas kepala saat menghadiri pesta adat? Benda t
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Penghasilan yang tidak menentu tak menyurutkan perjuangan Zulkifli Nasution untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendid
PEMERINTAHAN
MEDAN Tabel angsuran KUR BRI 2026 untuk pinjaman Rp100 juta dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang
EKONOMI
MEDAN Setan selama ini kerap dipahami sebagai makhluk gaib dari golongan jin yang menggoda manusia agar melakukan perbuatan buruk. Namun
AGAMA