Dalam pernyataan klarifikasi, Siwon menjelaskan bahwa niatnya menyampaikan belasungkawa tidak berkaitan dengan dukungan politik.
Ia menekankan bahwa fokusnya adalah pada tragedi kemanusiaan yang menimpa Kirk, yang saat itu sedang mengajar mahasiswa sebelum tewas ditembak oleh pelaku tak dikenal.
"Saya ingin menjelaskan karena banyak yang membicarakan unggahan saya soal Charlie Kirk. Dia orang Kristen, pemimpin rumah tangga dan seorang suami. Terlepas dari situasinya, fakta bahwa dia kehilangan nyawanya dalam penembakan saat memberi pelajaran di depan mahasiswa adalah tragedi di luar posisi politik. Ini alasan saya berduka," ujar Siwon.
Ia juga menyatakan bahwa unggahan tersebut telah dihapus karena menimbulkan salah tafsir yang tidak sesuai dengan niat awalnya.
"Saya berterima kasih atas perhatian media, tapi karena niat saya diartikan berbeda, saya percaya saya sudah menyampaikan dan memilih menghapus unggahannya," tambahnya.
Kontroversi ini bukan kali pertama Siwon menjadi perbincangan terkait isu sosial dan politik.
Namun, respons publik kali ini cukup signifikan, mengingat sentimen negatif terhadap sosok Charlie Kirk yang dikenal dengan pandangan ekstrem konservatif dan anti-imigran.*