Tak berhenti di situ, Ferry menyebut telah menemukan sedikitnya 24 unggahan yang dinilainya bermuatan manipulatif terhadap dirinya dalam kurun waktu kurang dari sebulan.
"24 postingan, 25 sekarang, dalam 20 hari," keluh Ferry saat menjelaskan rentetan narasi yang menyudutkannya di berbagai platform digital.Ferry menegaskan, semua ini bermula dari keberaniannya menyuarakan keresahan terhadap ketidakadilan sosial dan pelanggaran hak asasi manusia.
Ia menilai, respons berlebihan dari sejumlah pihak menunjukkan adanya upaya sistematis untuk membungkam kritik di ruang publik.Dalam podcast tersebut, Denny Sumargo juga sempat memfasilitasi perdebatan antara Ferry dan Gusti Ayu guna mendalami duduk persoalan.
Meski berlangsung panas, keduanya tetap berusaha menyampaikan perspektif masing-masing secara terbuka.Kasus yang dialami Ferry Irwandi kembali menyoroti persoalan serius soal framing, out of context sharing, dan disinformasi di era digital.
Meski kebebasan berekspresi dijamin konstitusi, manipulasi konten di media sosial kerap menjadi alat untuk membentuk opini publik secara keliru.