Dalam konteks ini, para pegiat media sosial, termasuk influencer, diharapkan lebih berhati-hati dalam membagikan ulang konten, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif atau figur publik.
Ferry menutup pernyataannya dengan menyerukan pentingnya etika digital dan literasi media, terutama di tengah derasnya arus informasi di media sosial."Kalau kita mau bicara keadilan, ya harus adil juga dalam menyebarkan informasi. Jangan potong separuh, lalu lempar ke publik," pungkasnya.*