37 Siswa dan Guru di Timor Tengah Selatan Diduga Keracunan MBG
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
JAKARTA – Selebritas Denada Tambunan tampak sangat emosional saat berbicara tentang hubungan dengan putrinya, Ressa Rizky Rosano, dalam sebuah wawancara di podcast Feni Rose Official, yang dipublikasikan pada Senin (16/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Denada dengan berlinang air mata menegaskan bahwa ia tidak pernah membuang anak kandungnya tersebut, dan mengungkapkan rasa bersalah yang mendalam.
"Aku merasa bersalah banget, sumpah demi Allah Swt. Aku seperti menyakiti semua orang, aku seperti merepotkan semuanya. Beneran, demi Allah aku tidak bermaksud gitu, aku tidak bermaksud gitu," ujar Denada sambil menangis.Baca Juga:
Ia mengungkapkan bahwa perlakuan yang selama ini ia lakukan, memperbolehkan Ressa tinggal dengan orang lain, merupakan salah satu kesalahan terbesar dalam hidupnya.
Denada mengakui bahwa dirinya sangat menyesali pilihan hidup yang menyebabkan hubungan dengan Ressa menjadi tegang.
"Aku enggak bermaksud menyakiti orang-orang, aku enggak ada maksud merepotkan orang-orang seperti Ressa, Mama. Aku tahu, dia (Ressa) masih marah banget sama aku," lanjut Denada dengan suara terisak.
Meski merasa tidak akan bisa menebus kesalahannya, Denada tetap mengungkapkan perasaan penyesalan yang mendalam.
"Aku tahu, aku enggak akan bisa melakukan untuk menembus kesalahan aku. Selamanya, aku hidup dengan rasa bersalah," katanya dengan penuh penyesalan.
Denada dengan tegas membantah bahwa keberadaan Ressa Rizky Rosano di dunia merupakan kesalahan. Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada niatan untuk membuang putrinya.
"Ressa itu bukan kesalahan, Ressa itu tidak dibuang, aku tidak pernah membuang dia. Bahkan saat dia ada di perut aku, aku tidak mau dia dibuang," ujar Denada, yang tampak sangat emosional saat menyampaikan hal tersebut.
Ia juga meminta agar masyarakat tidak lagi menganggap bahwa Ressa merupakan anak yang dibuang.
"Aku jaga dia, aku pertahankan dia, aku melahirkan dia. Jadi, tolong jangan ada yang bicara seperti itu (anak yang dibuang) ke Ressa, aku minta tolong banget," tegas Denada dengan suara tergetar, sebelum akhirnya menangis.
Meski sudah menjelaskan posisinya, Denada sadar bahwa perasaan marah dan kecewa dari Ressa mungkin masih belum bisa segera hilang.
Dalam wawancara tersebut, Denada juga menyatakan bahwa meski ia sangat menyesali perbuatannya, ia tetap harus hidup dengan kenyataan bahwa kesalahan tersebut mungkin sulit untuk diperbaiki dalam waktu dekat.
Isu hubungan yang tegang antara Denada dan Ressa terus menjadi sorotan publik, terutama setelah gugatan yang diajukan oleh Ressa terkait masalah harta dan hak asuh.
Namun, meski hubungan mereka penuh dengan dinamika, Denada tetap berharap agar publik memahami bahwa ia tidak pernah berniat untuk melukai atau membuang anaknya.*
(in/ad)
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
ASAHAN Wakil Bupati Asahan, Rianto, menegaskan komitmen kuatnya dalam menjaga kelestarian infrastruktur jalan. Ia mengimbau para pengusa
PEMERINTAHAN
BANTEN Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji mengunjungi wilayah adat Baduy di Kabupaten Lebak, Ba
NASIONAL
JAKATA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengklarifikasi polemik rencana penentuan status aktivis HAM oleh tim asesor yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rencana pemerintah untuk menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dalam 23 tahun ke depan dinilai belum realistis tanpa tr
EKONOMI
JAKARTA Mantan istri komedian Andre Taulany, Rien Wartia Trigina atau Erin, melaporkan balik asisten rumah tangganya berinisial HW ke Po
ENTERTAINMENT
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Belawan menuntut hukuman mati terhadap terdakwa Aditya Ramdani dalam perkara peredaran
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari meminta masyarakat tidak terjebak pada potongan pernyataan dalam p
NASIONAL
BATU BARA Masyarakat Kabupaten Batu Bara kini sedang menanggung beban ganda. Dua kebutuhan pokok vital, yakni gas Elpiji 3 kg dan minyak
EKONOMI
BANDA ACEH Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh meminta Pemerintah Aceh mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur pembatasa
PEMERINTAHAN