BREAKING NEWS
Selasa, 03 Maret 2026

Penggrebekan Narkoba di Siantar Berujung Kekerasan, Aktivis Dikekang dengan Ancaman Pembunuhan

BITVonline.com - Sabtu, 18 Januari 2025 14:30 WIB
Penggrebekan Narkoba di Siantar Berujung Kekerasan, Aktivis Dikekang dengan Ancaman Pembunuhan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Pematangsiantar – Sebuah penggrebekan besar yang dilakukan oleh Ditres Narkoba Polda Sumut di Gang Bajigur, Jalan Medan, Kelurahan Naga Pitu, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar pada Rabu, 15 Januari 2025, menjadi sorotan masyarakat. Lokasi yang diduga menjadi pusat peredaran narkoba jenis sabu dan ganja itu mengundang perhatian banyak pihak, termasuk Samsudin Harahap, seorang aktivis.

Namun, kritik tersebut berujung pada insiden kekerasan. Pada Jumat, 17 Januari 2025, Samsudin didatangi oleh beberapa orang yang diidentifikasi sebagai ZH, Lo, dan PH, di Warung Kopi Massa Kok Tong, tempat biasa ia nongkrong di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat. Dengan penuh emosi, mereka melakukan tindakan kekerasan terhadap Samsudin, termasuk ancaman pembunuhan.

“Saya disiram teh manis, kemudian diancam akan dibunuh. ‘Habislah kau. Mati lah kau,’ ancam PH dengan sangat emosional,” ungkap Samsudin. Selain itu, kerah baju Samsudin juga ditarik dan ia hampir dipukul. PH bahkan terus melontarkan ancaman, mengatakan, “Sudah, sudah, gak usah di sini, diluar aja kita habisi.”

Samsudin, yang merasa terancam, melaporkan kejadian ini kepada Polres Siantar. Kuasa hukum Samsudin, Roy Simangunsong, SH, menyatakan bahwa kliennya mengalami kekerasan fisik dan ancaman pembunuhan yang sangat serius. Sebagai tindak lanjut, laporan telah dibuat ke Polres Siantar dengan nomor laporan LP/B/26/1/2025/SPKT/POLRES PEMATANG SIANTAR/POLDA SUMATERA UTARA.

Roy Simangunsong menegaskan bahwa kritik Samsudin yang mengapresiasi penggrebekan oleh Poldasu seharusnya tidak menjadi alasan untuk tindakan kekerasan dan ancaman terhadapnya. “Ini menyangkut nyawa seseorang. Jadi Polres Siantar harus serius menangani perkara ini dan segera menangkap pelaku secepatnya,” tegasnya.

Peristiwa ini memperlihatkan adanya ketegangan di Kota Siantar, di mana meskipun pihak kepolisian gencar melakukan pemberantasan narkoba, ancaman dan intimidasi terhadap individu yang menyuarakan kebenaran semakin meningkat. Polres Siantar diharapkan dapat segera mengambil tindakan tegas untuk menangkap para pelaku pengancaman demi menjaga keamanan dan keadilan di masyarakat.

(christie)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru